Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Jawa Timur, menyatakan banjir akibat luapan Bengawan Solo masih melanda daerah hilir, Jawa Timur, meskipun sempat terjadi penurunan.
"Ketinggian air Bengawan Solo di hilir, Jawa Timur, sempat turun, tapi ketinggian air di Bojonegoro pagi tadi naik dengan cepat," kata Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro , Selasa (29/11/2016).
Ia menyebutkan ketinggian air Bengawan Solo pada papan duga di Bojonegoro yang semula sudah turun menjadi 14,03 meter (siaga kuning) naik dengan cepat menjadi 14,20 meter, Selasa (29/11/2016) pukul 06.00 WIB.
"Kenaikan air Bengawan Solo di Bojonegoro terjadi sejak tiga jam lalu, karena memperoleh pasokan air dari Ngawi juga anak sungainya di hilir, Jawa Timur," jelas dia.
Dari data yang ada menyebutkan ketinggian air Bengawan Solo di Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, Lamongan, pada waktu bersamaan masing-masing 8,18 meter (merah), 5,86 meter (merah), 4,47 meter (kuning) dan 2,35 meter (kuning).
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Sukirwo menyatakan kewaspadaan menghadapi banjir semakin ditingkatkan karena ketinggian air Bengawan Solo kembali naik.
Apalagi, menurut dia, ketinggian air Bengawan Solo di Jurug, Solo, Jawa Tengah, mulai masuk siaga merah dengan ketinggian 9,26 meter (siaga merah), Senin (28/11) pukul 23.00 WIB.
Bahkan, lanjut dia, ketinggian air banjir Bengawan Solo di Jurug, Solo, Jawa Tengah, sempat mencapai 10,17 meter Selasa pukul 01.00 WIB.
"Banjir di hilir Jawa Timur, akan bertambah parah kalau hari ini terjadi hujan di daerah hulunya," ucapnya menegaskan.
Secara teknis, menurut dia, debit banjir dari daerah hulu Jawa Tengah, akan sampai di hilir, Jawa Timur, dalam kurun waktu 40 jam.
Dari keterangan yang diperoleh genangan banjir luapan Bengawan Solo, yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Rengel, Plumpang dan Soko, Tuban, yang terjadi sejak empat hari lalu masih bertahan.
"Genangan banjir luapan Bengawan Solo di daerah kami tidak hanya melanda pemukiman warga, tapi juga persawahan dan jalan," jelas Seorang warga Desa Sawahan, Kecamatan Rengel, Tuban Samuri dibenarkan warga lainnya Abdul.
Menurut Samuri, jalan poros Kecamatan Rengel di Desa Rengel, dan Karangtinoto, terendam air banjir luapan Bengawan Solo sekitar 5 kilometer sehingga tidak tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan dua.
"Genangan banjir tidak dilewati kendaraan karena cukup dalam," ucap Samuri. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Diduga Tak Kuat Menampung Guyuran Hujan, Plafon SDN 05 Pademangan Timur Ambruk
-
Nadiem Hadapi Putusan Sela, Bebas atau Lanjut ke Sidang Pembuktian Kasus Korupsi Rp2,18 Triliun?
-
Terapis SPA Tewas di Kamar Kos Bekasi, Polisi Tangkap Pelaku dan Temukan Cairan Pembersih Toilet
-
Kekerasan Anak Masih Tinggi, PPPA Dorong Sekolah Jadi Ruang Aman
-
Data Genangan dan Banjir Pagi Ini: Ketinggian Air di Pasar Minggu Mencapai Hampir Satu Meter
-
Hujan Angin, Pohon di Kemang Sempal Hingga Tutup Jalan
-
Banjir Arteri Lumpuhkan Akses Keluar Tol, Polisi Rekayasa Lalin di Rawa Bokor
-
Tiba di Banjarbaru, Prabowo Bakal Resmikan 166 Sekolah Rakyat
-
Jakarta Hujan Deras, Sejumlah Koridor Transjakarta Alami Perpendekan Jalur Akibat Genangan Air
-
Menteri Abdul Muti Resmi Menghapus Sanksi Sebagai Efek Jera di Sekolah