Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo menjelaskan kenapa Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memilih menyampaikan pandangan dan klarifikasi terkait situasi politik akhir-akhir ini melalui artikel ketimbang konferensi pers seperti yang dilakukan dua hari menjelang peristiwa demonstrasi 4 November. Artikel Yudhoyono yang diberi judul Pulihkan Kedamaian dan Persatuan Kita dimuat di media Rakyat Merdeka pada Senin (28/11/2016).
Salah satu alasan Yudhoyono, kata Roy, untuk menghindari bully dari netizen seperti yang pernah terjadi usai konferensi pers awal November.
"Ini membuat orang kalau pun dikaitkan dengan suka mem-bully, ini jadinya kan ibarat dia nunggu di gang pertama, ternyata Pak SBY sudah jauh jalannya, ternyata lewat yang lain. Banyak langkah," kata Roy kepada Suara.com, Selasa (29/11/2016).
Roy menyebut gaya politik Yudhoyono tingkat tinggi. Menurut Roy cara berpikir Yudhoyono out of the box sehingga tidak mudah ditebak orang lain.
"Memang beliau ini kan bukan orang yang politiknya rendah. Pak SBY kan politiknya tingkat tinggi. Jadi sekarang ini kan banyak yang nunggu konferensi pers lagi, nah beliau itu orangnya banyak jalan, strategi, jadi tidak bisa ditebak-tebak. ketika seseorang ditunggu di jalan satu, nah kemudian beliau memilih jalan lain," kata dia.
Roy menerangkan, pesan yang ditulis Yudhoyono bertujuan untuk mengembalikan marwah bangsa serta kedamaian dan persatuan.
Artikel yang ditulis Yudhoyono, kata Roy, juga menerangkan sikap yang harus dilakukan pemerintah untuk menghadapi masalah. Menurut Roy, hal itu pula yang dilakukan Yudhoyono ketika dulu menjadi Presiden.
"Jadi beliau mengajak kita berpikir ke soal yang makro dan lebih bijak," kata dia.
Artikel yang ditulis Yudhoyono, kata Roy, merupakan sambungan dari konferensi pers yang dilakukan menjelang berlangsung demonstrasi 4 November.
Roy menambahkan Yudhoyono mengajak semua pihak jangan membesar-besarkan kasus hukum Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Padahal ini kan masalah sepele, tapi kemudian seluruh Indonesia heboh. Ditarik ke isu persatuan, kebhinnekaan dan pelanggaran HAM. Padahal nggak ada masalah sebetulnya," kata dia.
Berita Terkait
-
Mendedah Alasan Demokrat Putar Haluan Buka Pintu Pilkada Lewat DPRD
-
Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo
-
Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY
-
SBY: Matahari di Partai Demokrat Hanya Satu, Mas AHY
-
SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Pelaku Asusila di Bus Transjakarta Koridor 1A Diproses Hukum
-
Akses Terputus Sepekan, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Penanganan Longsor Jepara
-
Hujan Lebat dan Angin Kencang Bayangi Akhir Pekan Jakarta
-
Belajar dari Broken String Aurelie Moeremans: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Jerat Pelaku?
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting