Suara.com - Indonesia dinobatkan menjadi peserta terbaik pada penyelenggaraan Pameran Internasional Pekerjaan Umum ke-14 (14m edition du Salon International des Travaux Publics "SITP 2016" di gedung pameran Safex Alger, Aljazair yang berlangsung dari tanggal 23-27 November 2016.
Menteri Pekerjaan Umum Aljazair, Boudjama Talai, menyerahkan tanda penghargaan kepada Dubes RI untuk Aljazair, Safira Machrusah, demikian Sekretaris Tiga Fungsi Pensosbud KBRI Aljazair Aryadi Ramadhan, seperti dilaporkan Antara London, Rabu (29/11/2016).
Secara khusus Talai mengucapkan terima kasih atas keikutseretaan Indonesia pada pameran dinilai unik dan berbeda dari yang lain.
"Saya cukup senang, karena partisipasi Indonesia tahun ini sangat bersemangat dan aktif, serta Indonesia menampilkan paviliun yang bagus. Saya juga menyaksikan pavilion Indonesia begitu hidup dan atmosfernya cukup meriah. Karena itu sangat layak Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai peserta terbaik," ujarnya.
Dubes Safira Machrusah berharap kesuksesan pameran ini akan berlanjut dengan meningkatnya neraca perdagangan antara Indonesia dan Aljazair. Pihaknya menyatakan akan bekerja keras demi terjalinnya hubungan ekonomi yang lebih erat di antara kedua negara.
Pameran kali ini akan menjadi titik tolak kerjasama ekonomi yang lebih erat antara RI - Aljazair. Karena para pelaku bisnis Aljazair dapat bertemu dengan calon mitra perdagangan dari Indonesia dan melihat produk-produk mereka secara langsung, ujarnya.
Indonesia mengambil luas lahan 544 meter dengan keikutsertaan 42 perusahaan dan 137 peserta pameran merupakan jumlah terbesar kedua setelah Perancis. Partisipasi Indonesia kali ini merupakan yang terbesar sepanjang keberadaan perwakilan RI di negara Afrika Utara tersebut.
Berdasarkan catatan pihak pengelola, secara keseluruhan pengunjung pameran tercatat sebanyak 30 ribu orang.
Sementara, total pengunjung yang mengunjungi paviliun Indonesia sekitar 15 ribu orang dengan total nilai transaksi sebesar 500 ribu USD atau sekitar Rp6,7 miliar.
Melalui pameran ini, sejumlah korporasi Indonesia mendapatkan partner bisnis dari Aljazair. PT. Indorama misalnya, mendapatkan kesepakatan bisnis dengan mitra Aljazair untuk mengirimkan dua kontainer polyester tiap bulan ke Aljazair.
Selain diisi pengusaha yang bergerak dari berbagai sektor seperti konstruksi, tekstil, garmen, minyak dan gas, pelumas, perhiasan, kerajinan kulit, informasi dan teknologi, serta produk makanan minuman, di stan Indonesia dimeriahkan dengan kesenian berupa konser musik dan tarian tradisional.
KBRI Alger mengadakan undian berhadiah berwisata ke Pulau Bali bagi empat pengunjung beruntung.
Wulan, salah seorang peserta dari Jawa Tengah menyatakan pameran yang diadakan di Aljazair ini menuai sukses besar. Indonesia mendapat paviliun khusus dari pemerintah Aljazair, respon pengunjung juga cukup bagus.
Menurutnya, ternyata banyak masyarakat Aljazair baru tahu Indonesia memiliki berabagai produk yang cukup menarik dengan harga kompetitif. Sebaliknya ia mengaku baru tahu Aljazair merupakan pasar terbuka yang cukup potensial bagi produk-produk tanah air.
Di sela-sela pameran, Indonesia mendapatkan kesempatan khusus dari pemerintah Aljazair untuk mengadakan Indonesian Day. Acara Business Match-Making ini ditujukan untuk mempertemukan usahawan Indonesia dengan pelaku pasar Aljazair (Business to Business), guna memudahkan pebisnis kedua negara untuk saling mengenal dan menjajaki potensi masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi