Suara.com - Seorang remaja putri berinisial F (19), warga Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menjadi korban pencurian dan pelecehan seksual oleh pelaku pencurian.
"Kami sudah menerima laporan kejadian itu. Korban dilecehkan oleh pelaku, tapi tidak sampai diperkosa. Kasus ini sedang kami selidiki," kata Kasat Reskrim Polres Kotawaringin Timur, Iptu Reza Fahmi di Sampit, Minggu.
Peristiwa itu terjadi Jumat (2/12) sekitar pukul 03:00 dini hari. Saat itu korban sedang tertidur pulas di kamar kostnya di Kecamatan Baamang.
Pelaku yang diketahui seorang diri, berhasil masuk dengan merusak jendela. Pelaku kemudian mengambil berbagai barang seperti telepon selular, cincin emas, kipas angin dan uang dengan total kerugian diperkirakan sekitar Rp5 juta.
Sebelum meninggalkan tempat kost itu, pelaku memaksa korban melakukan pelecehan seksual terhadap korban. Korban yang di bawah ancaman senjata tajam, terpaksa menuruti perintah pelaku.
Saat menjalankan aksinya, pelaku berperawakan gempal itu menggunakan topeng. Polisi masih berusaha mengidentifikasi pelaku dengan mendalami keterangan korban.
"Mudah-mudahan bisa segera diungkap. Kami berusaha keras mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya," kata Reza.
Reza mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Jika mengetahui ada orang yanf mencurigakan, masyarakat diminta segera melaporkan ke polisi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan