Koordinator Sahabat Anies-Sandi, Anggawira menyatakan timnya berkomitmen untuk membangun demokrasi sehat. Hal ini menyusul pelaporan yang dilayangkan tim pemenangan pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan – Sandiaga Uno terhadap sebuah akun facebook palsu yang memposting konten negatif tentang pasangang Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni.
“Ini jelas merupakan sebuah fitnah yang sangat keji terhadap kami. Sudah jelas ada upaya memprovokasi dalam kasus ini dengan mencatut nama Anies- Sandi. untuk melawan black campaign semacam ini harus dengan cara tepat, yakni dengan menjunjung tinggi demokrasi sehat. Masalah ini telah kita limpahkan kepada pihak kepolisian, selanjutnya, kami akan kembali fokus pada program kerja, dan visi misi kami sebagai pendukung Anies-Sandi,” ujar Anggawira dalam keterangan tertulis, Senin (5/12/2016).
Anggawira menambahkan, demokrasi jangan hanya dipandang sebagai prosedur kelembagaan semata. Namun, harus melibatkan rasionalitas dan pemberdayaan sehingga teng terjadi bukan emosional namun partisipasi dan rasional akal sehat.
“Sudah bukan zamannya lagi mengadu domba lebih baik adu gagasan dan program kerja. Masyarakat mendambakan demokrasi sejuk dan dewasa. Kami sangat mensesalkan kejadian ini, namun Alhamdulillah tim kami cepat melaporkannya kepada yang berwajib dengan harapan pihak kepolisian bisa segera mengusut tuntas dalang dibalik akun facebook palsu ini, sehingga suasana bisa kembali kondusif dan masyarakat bisa percaya,” pungkasnya.
Senada dengan Anggawira, Wakil Koordinator Sahabat Anies-Sandi, Iqbal Farabi mengungkapkan, pihaknya tidak akan membuat konten-konten untuk menyudutkan, menyerang, atau memfitnah salah satu paslon. Sebab, dari awal terbetuk tim pemenangan Anies-Sandi telah berkomitmen untuk berfokus mensosialisasikan program kerja, dan visi-misi paslon.
“Itu sudah menjadi komitmen kami sejak awal dibentuk yang tidak akan mungkin kami ingkari. Jadi biarkan masalah ini kita selesaikan secara hukum, agar semuanya menjadi jelas siapa pelaku dibalik kasus ini, apa motivnya, dan supaya beliau mendapatkan sanksi hukum sesuai ketentuan yang berlaku di negara ini,” tutur Iqbal.
Lebih lanjut, Iqbal menegaskan, akun media sosial resmi pasangan Anies-Sandi yakni:
Akun facebook:
1. Anies Sandi #jakartamajubersama
Baca Juga: Timses Anies-Sandi Sebut Bawaslu Sebaiknya Tidak Gegabah
2. Anies Baswedan
3. Suara Anies
4. Relawan Anies
5. Sandiaga Salahuddin Uno
Twitter:
1. @jktmajubersama
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?