Suara.com - Cerita tentang penangkapan 11 tokoh menjelang aksi damai di tugu Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016) pagi, tak ada habis-habisnya.
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengungkapkan alasan polisi menangkapi mereka. Menurut Kapolda mereka sudah menyiapkan gerakan massa.
"Tentunya ada. Pada tanggal 2 akan mendompleng massa yang ada. Tidak bisa saya sebutkan yang jelas kita sudah tahu massa yang digerakkan, jam berapa digerakkan, kapan digerakkan dan bagaimana menggerakkannya. Oleh karena itu kami berani mengambil (penangkapan) malam itu," kata Iriawan di Polda Metro Jaya, Selasa (6/12/2016).
Dari 11 tokoh, delapan di antaranya telah ditetapkan menjadi tersangka dugaan upaya makar, yakni mantan anggota staf ahli Panglima TNI Brigadir Jenderal (purn) Adityawarman Thaha, mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (purn) Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Bidang Ideologi Rachmawati Soekarnoputri, aktivis Ratna Sarumpaet, Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo, aktivis Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein, dan tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz.
Dua tersangka yang lain, Ketua Komando Barisan Rakyat Rizal Izal dan Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara Jamran, disangka melakukan penyebaran ujaran kebencian. Musisi yang juga calon wakil Bupati Bekasi Ahmad Dhani kena sangkaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo. Dari 11 tokoh, hanya Sri Bintang Pamungkas, Rizal, dan Jamran yang ditahan.
Iriawan enggan menjelaskan asal massa yang akan dikerahkan para tokoh.
"Massa ada, saya tidak bisa jelaskan," kata dia.
Iriawan hanya menyebut massa yang disiapkan adalah massa cair. Namun karena tokoh-tokohnya sudah diciduk, massa tidak ada yang mengkoodinir lagi.
"Massa cair itu akan diambil dan beberapa massa yang memang sudah disiapkan. Karena diambil pentolannya, massa itu liar dan tidak ada yang mengendalikan kayak ayam kehilangan induk," kata dia.
Iriawan mengatakan jika polisi terlambat mengamankan para pentolan, kemungkinan besar rencana mereka terealisasi.
"Kalau pada saat itu ada mereka itu akan terjadi. Kegiatan ini tidak terjadi bukan karena sendiri, tapi kita melakukan langkah malam itu kepada mereka," katanya.
Berita Terkait
-
Polemik Pasal Penghinaan Presiden KUHP, Jokowi Saja Pertanyakan Urgensinya
-
Peringatan Hari Migran Internasional, Partai Buruh Singgung Pasal Penghinaan Presiden Dalam UU KUHP
-
Bukan Buat Lindungi Jokowi? Mahfud MD Ungkap Siapa yang Untung Lewat KUHP Pasal Penghinaan Presiden
-
'Gundulmu!' Kaesang Ngegas saat Memenya Tentang Jokowi Diadukan Warganet
-
Usulan ICJR ke DPR: Ancaman Penjara Pasal Penghinaan Presiden di RKUHP Diganti Kerja Sosial
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
Pilihan
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
Terkini
-
Lahan Bekas Karhutla Diduga Jadi Kebun Sawit, Puan Maharani Minta Diselidiki
-
Mengapa Cushion Terasa Perih di Wajah yang Sedang Iritasi atau Skin Barrier Rusak?
-
Promo 9.9, Klaim Diskon Belanja Lazada Rp200.000 Khusus Pengguna BRI
-
Saddil Ramdani Dilepas Persib ke Persebaya, Igor Tolic Beri Pesan Khusus
-
Menyingkap Pesona Merkurius, Planet Terestrial yang Sering Dilupakan
-
4 Rekomendasi Kipas Angin Cosmos Paling Murah, Semriwing dan Hemat Listrik
-
Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
-
Marry My Husband: Kesempatan Kedua Jadi Jalan Keluar dari Hubungan Toxic
-
Asap Kebakatan Hutan Kalimantan Memburuk, Anwar Ibrahim Desak Evaluasi Mekanisme ASEAN
-
Dibuat Malu Timnas Indonesia U-20, PSSI-nya Australia Ngamuk: Kami Di Bawah Standar