Calon gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dibawa pakai mobil baraccuda dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara [suara.com/Bowo Raharjo]
Sejumlah saksi mata melihat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) naik armada barracuda milik Polri untuk meninggalkan Pengadilan Negeri Jakarta Utara usai menjalani persidangan perdana perkara penodaan agama.
Namun, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jakarta Brigadir Jenderal Suntana mengatakan Ahok tidak dievakuasi memakai mobil barracuda.
"Tidak (naik barracuda), beliau keluar seperti jalur biasa. Polisi dalam rencana pengamanan berbagai kemungkinan yang terjadi harus disiapkan. Alhamdulillah barracuda hari ini tidak kita gunakan. Pak Ahok menggunakan kendaraan seperti biasa," ujar Suntana Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang menempati gedung bekas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016).
Beberapa saat sebelum Suntana bicara, wartawan melihat mobil barracuda keluar dari gedung pengadilan dan menerobos massa yang tengah demonstrasi di depan gerbang.
"Yang jelas begini, segala kemungkinan dilakukan oleh polisi untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan," kata Suntana.
"Siapapun yang terlibat dalam persidangan ini, baik jaksa, hakim pengacara maupun Basuki Tjahaja Purnama wajib mendapat perlindungan dari kita. Itulah cara kita dalam mengantisipasi kemungkinan yang terjadi," Suntana menambahkan.
Sidang hari ini beragenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum dan penyampaian nota keberatan oleh terdakwa.
Sidang akan dilanjutkan Selasa (20/12/2016) dengan agenda tanggapan atas nota keberatan.
Namun, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jakarta Brigadir Jenderal Suntana mengatakan Ahok tidak dievakuasi memakai mobil barracuda.
"Tidak (naik barracuda), beliau keluar seperti jalur biasa. Polisi dalam rencana pengamanan berbagai kemungkinan yang terjadi harus disiapkan. Alhamdulillah barracuda hari ini tidak kita gunakan. Pak Ahok menggunakan kendaraan seperti biasa," ujar Suntana Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang menempati gedung bekas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016).
Beberapa saat sebelum Suntana bicara, wartawan melihat mobil barracuda keluar dari gedung pengadilan dan menerobos massa yang tengah demonstrasi di depan gerbang.
"Yang jelas begini, segala kemungkinan dilakukan oleh polisi untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan," kata Suntana.
"Siapapun yang terlibat dalam persidangan ini, baik jaksa, hakim pengacara maupun Basuki Tjahaja Purnama wajib mendapat perlindungan dari kita. Itulah cara kita dalam mengantisipasi kemungkinan yang terjadi," Suntana menambahkan.
Sidang hari ini beragenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum dan penyampaian nota keberatan oleh terdakwa.
Sidang akan dilanjutkan Selasa (20/12/2016) dengan agenda tanggapan atas nota keberatan.
Komentar
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Diperiksa sampai Malam, Pandji Pragiwaksono: Saya Tidak Merasa Menista Agama
-
Pandji Pragiwaksono Diperiksa 8 Jam, Diperlihatkan Penyidik Potongan Mens Rea Hasil Bajakan
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Pemprov DKI 'Guyur' Warga Ciganjur dengan Sembako Murah dan Kacamata Gratis
-
Prabowo Buka Bersama Ulama di Istana, Dapat Saran Keluar dari BoP
-
Resmi! Biaya Pemakaman di Jakarta Kini Nol Rupiah
-
Jimly Mau Bisik-bisik ke Prabowo, Minta Waktu Lapor Hasil Komisi Percepatan Reformasi Polri
-
Cegah Korban Jiwa Terulang, Pramono Anung Percepat Penertiban Kabel Semrawut di Jakarta
-
Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Terapkan Protokol Khusus Selama Situasi Perang
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Bikin Haru! Isi Lengkap Surat Megawati untuk Iran atas Gugurnya Ali Khamenei
-
Satu Meja di Istana Merdeka: Prabowo Buka Puasa Bareng Pimpinan NU, Muhammadiyah, dan MUI
-
Sisi Gelap Kapal Cumi Tiongkok: Separuh Awak Alami Kekerasan hingga Aktivitas Merusak Lingkungan