Suara.com - Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri mengamankan sejumlah barang bukti dari rumah AH alias A terduga teroris yang ditangkap di Kota Batam, Provinsi Kepri, Rabu (21/12/2016) sore.
"Petugas menemukan dan menyita buku tulis dan buku panduan tentang teroris sebanyak tujuh buah. Selain itu ada juga stiker tentang teroris," kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian di Polda Kepri, Rabu malam.
Bukti lain yang turut disita, kata Kapolda, di antaranya jaket hitam yang bertuliskan Mujahid Asosiate dengan tulisan arab Ahli Sunnah Wal Jamaah.
"Barang-barang itu langsung diamankan oleh Tim Densus 88 Mabes Polri saat penggerebekan rumah terduga teroris tersebut," kata Sam.
Barang bukti yang diamankan adalah pipa paralon tiga buah, busur panah dari pipa paralon tiga buah, busur panah warna hitam/merah satu buah.
Selanjutnya, bahan untuk membuat anak panah sebanyak 28 buah, anak panah warna merah yang sudah jadi 14 buah, mata anak panah 24 buah, telepon gengam dua buah.
Tim Densus 88 Mabes Polri juga menyita kartu identitas terduga pelaku, Sim C, BPJS Kesehatan, kartu pemilih, kartu ATM, NPWP, kartu pelajar, cat semprot 20 buah, sasaran tembak panah beserta pencetak busur panah.
Selanjutnya tal busur panah, bulu ayam, paku, kayu bhan dasar anak panah, alat bor satu buah warna biru, mata bor satu buah, gergaji besi satu buah, kertas pasir, SKCK AN Heri Absoko tahun 2011, STNK motor BP 4613 GO atas nama Hari Abisoko, slip pengiriman BRI, slip pengiriman barang JNE dan Kantor Pos.
"Seluruh barang bukti turut diamankan bersama pelaku ke Markas Brimob. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan," kata Sam.
Pada Sabtu 3 September 2016, Tim Densus 88 Mabes Polri juga mengamankan sejumlah anggota teroris di Batam yang tergabung dalam Katbah Gongong Rebus (KGR) termasuk pimpinan kelompok GRD. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
-
Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum
-
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik
-
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global
-
Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas