Suara.com - Jenazah Prajurit Satu Yusuf Baharuddin, anggota TNI yang gugur dalam baku tembak dengan kelompok sipil bersenjata di Poso, Sulawesi Tengah, diterbangkan dari Bandara Mutiara Sis Aldjufri Palu ke Jakarta, Rabu (21/12/2016) menggunakan pesawat Lion Air.
Jenazah Yusuf tiba di RS TNI Palu dari Poso sekitar pukul 07.00 Wita. Setelah disemayamkan beberapa menit, upacara pelepasan yang dipimpin Wakil Komandan Operasi Tinombala Poso Kolonel Inf Alfi Lubis digelar, kemudian jenazah diberangkatkan ke Bandara Mutiara Sis Aldjufri Palu.
Jenazah Pratu Baharuddin menurut rencana akan dimakamkan di kampung halamannya di Cileunyi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sementara itu rekan korban Pratu Imam Hanafi yang juga mengalami luka tembak hingga kini masih menjalani perawatan di RSU Poso.
Pratu Yusuf Baharuddin, anggota Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala Poso, gugur dalam kontak senjata dengan kelompok sipil bersenjata anggota kelompok Santoso di Kecamatan Poso Pesisir Utara, Selasa siang (20/12/2016), sekitar pukul 12.30 Wita.
Dalam kontak tembak itu, Yusuf Baharuddin tertembak di bagian dada sebelah kanan dan Pratu Imam Hanafi terkena tembakan di bagian punggung.
Kontak senjata terjadi di wilayah pegunungan Kampung Maros, Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, kabupaten Poso sekitar pukul 12.30 Wita.
Sekitar pukul 16.10 Wita, Pratu Yusuf Baharuddin dinyatakan meninggal dunia, sementara Pratu Imam Hanafi selamat dan sedang dalam perawatan di rumah sakit Poso.
Kontak senjata terjadi saat Satgas Tinombala sedang menelusuri jejak orang yang diduga bagian dari sisa-sisa DPO kelompok Santoso. Namun tiba-tiba, pasukan Satgas Tinombala ditembaki oleh OTK yang menyebabkan dua personil terkena terluka.
Beberapa waktu kemudian, pasukan Satgas Tinombala dari sektor lainnya, tiba di lokasi baku tembak untuk memberikan pertolongan pertama dan melakukan evakuasi korban. Evakuasi dengan menggunakan helikopter tidak dapat dilakukan karena cuaca tidak mendukung. (Antara)
Berita Terkait
-
Ulasan Film Tanah Runtuh: Tragedi Kemanusiaan Poso yang Menguras Air Mata
-
Dampak Gempa M 6,7 di Wilayah Sigi
-
Film Tanah Runtuh Berlatar Konflik Poso, Kamera Bergerak Liar Jadi Tantangan Pemain
-
Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat
-
Milad ke-84 Jusuf Kalla, Anies Baswedan: Ambon, Poso, dan Aceh Adalah 'Sidik Jari' Pak JK
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
-
Usai Dibungkam Vietnam, Herdman Kirim Pesan Emosional untuk Suporter Timnas Indonesia
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3