Rabu, 21 Desember 2016 warga di Jalan Soekarno-Hatta Koto Nan Ampek, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, dikejutkan oleh penangkapan seseorang yang diduga terlibat jaringan teroris atas nama Hamzah oleh Densus 88 Polri.
Tak ayal penangkapan tersebut menarik perhatian publik karena selama ini Ranah Minang relatif aman dari paham teroris dan perilaku kekerasan.
Meskipun masih dalam penyidikan aparat berwenang penangkapan tersebut dinilai sedikit mencoreng kesan positif yang selama ini terbangun bahwa Sumbar adalah daerah yang damai.
Ketua Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Sumatera Barat Syaifullah menyatakan Sumbar relatif aman dari terorisme.
Namun ia menilai daerah ini rawan disusupi paham radikal yaitu suatu pemahaman yang kuat terhadap sesuatu yang kemudian berupaya untuk merealisasikannya.
Akan tetapi ia mengatakan pada satu sisi radikalisme memiliki nilai positif misalnya ketika individu memegang kuat nilai-nilai agama atau adat sehingga memiliki sikap dan prinsip yang kuat untuk menjaganya.
Namun yang perlu diingat jangan sampai radikalisme tadi berujung menjadi terorisme yaitu perilaku penggunaan kekerasan dalam mewujudkan tujuan yang hendak dicapai, katanya.
Terkait dengan penangkapan terduga terorisme di Payakumbuh ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian karena perlu diuji lebih dalam apakah benar yang bersangkutan terlibat jaringan teroris.
Tetapi ia mengingatkan ke depan agar situasi Sumbar tetap kondusif dan tidak disusupi terorisme maka penanggulangannya dimulai dari keluarga.
Menurut guru besar Institut Agama Islam (IAIN) Imam Bonjol Padang itu, cara untuk mengenali seseorang terpengaruh terorisme cukup mudah karena bisa dilihat dari perilaku keseharian.
Jika ada yang punya anak atau saudara yang tiba-tiba menutup diri dan tidak mau bertemu dengan orang lain hal itu patut dicurigai sebagai indikasi awal tersusupi terorisme, katanya.
Ia mengatakan setelah menutup diri perlahan yang bersangkutan akan mulai mengkritik baik ulama hingga pemerintah dengan cukup keras.
"Macam-macam ada yang bilang ulama tidak benar, pemerintah tidak becus padahal sebelumnya tidak pernah mengkritik demikian," katanya.
Biasanya, lanjut dia, setelah itu yang bersangkutan akan menghilang dan tiba-tiba terdengar kabar sudah ditangkap atas dugaan terorisme.
Oleh sebab itu masyarakat dan keluarga harus mewaspadai hal ini, jangan sampai ada diantara anak dan saudara yang berurusan dengan densus 88 karena mencegah jauh lebih baik, ucapnya.
Pemerataan Ekonomi Pada sisi lain Syaifullah menilai salah satu pemicu lahirnya terorisme adalah terjadinya kesenjangan ekonomi sehingga ada kelompok masyarakat yang terpinggirkan.
Karena itu jangan ada daerah yang terasing secara ekonomi, kelompok masyarakat yang dibeda-bedakan karena situasi seperti itu akan membuat orang dengan mudah direkrut sebagai pelaku teror, katanya.
Ia melihat pemerataan tersebut juga berlaku pada bidang sosial, politik, hukum dan lainnya.
Menurutnya Sumbar juga cukup rawan terjadi konflik sosial berupa perkelahian massal antar kampung hingga konflik perusahaan dengan masyarakat.
Konflik sosial seperti itu adalah lahan subur untuk mengarah ke terorisme sehingga perlu diantisipasi sejak dini, coba kalau ada yang menjadi provokator kemudian menghasut warga untuk berbuat kekerasan, lanjutnya.
Ia mengingatkan pemangku kepentingan baik pemerintah maupun aparat agar melakukan deteksi dini konflik sosial dan melakukan pencegahan agar tidak berkembang luas.
Rangkul Ulama Dalam rangka meredam terorisme dai Sumbar, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumbar merangkul ulama yang ada di provinsi itu berpartisipasi meredam radikalisme.
"Sebanyak 150 ulama se-Sumbar dirangkul untuk meningkatkan kinerja penanggulangan terorisme dengan memberikan pencerahan dan langkah-langkah pencegahan dini terorisme melalui pembekalan," kata Kabid Humas FKPT Sumbar, Eko Yanche Edrie.
Menurutnya melalui kegiatan tersebut diharapkan para ulama mampu memainkan peran yang lebih signifikan dalam membentengi masyarakat dari penyebaran paham radikal dan terorisme dengan dakwah yang baik dan benar sesuai dengan nilai-nilai utama Islam.
FKPT Sumbar akan terus menggalang kekuatan seluruh komponen masyarakat untuk menghadang radikalisme dan terorisme dengan memberikan informasi yang berimbang serta melakukan pencegahan dini, katanya.
Ia berharap para dai menjadi ujung tombak penyebaran Islam damai dan mencegah penyebaran paham radikal di masyarakat.
Tidak hanya itu FKPT Sumbar juga melakukan sosialisasi pemberantasan terorisme dalam bentuk kunjungan media dan dan diseminasi peliputan terorisme kepada jurnalis.
"Pencegahan terorisme melalui media dipandang penting karena perannya strategis dalam menyebarluaskan informasi ke masyarakat," kata Eko Yanche.
Ia menyampaikan FKPT telah menggelar diseminasi pedoman peliputan terorisme dan peningkatan profesionalisme media massa dalam meliput isu-isu terorisme .
Sementara Peneliti The Nusa Institute, Mas'ud Halimin mengatakan Islam lebih banyak ditampilkan sebagai pihak yang erat dengan terorisme.
Ini yang menjadi persoalan para ulama hari ini bagaimana meluruskan berita-berita yang memojokkan Islam , ujarnya.
Menurut dia media tak bisa disalahkan karena cermin dari apa yang ada ditengah masyarakat karena itu saatnya memperbaiki cara dakwah sambil meluruskan tudingan yang beredar selama ini bahwa Islam erat kaitannya dengan aksi terorisme.
"Membunuh orang menghancurkan tempat tidak ada dalam ajaran Islam," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Polda Metro Jaya Bantu 7 Penangkapan Teroris oleh Densus 88
-
Usai Penangkapan Teroris, Kegiatan Nelayan Jatiluhur Mulai Normal
-
Teroris Sembunyi di Jatiluhur, Pengamanan Waduk Harus Diperkuat
-
Satu Terduga Teroris Jatiluhur Masih di Ruang Radiologi RS Polri
-
Ini Sebabnya Teroris Pilih Sembunyi di Waduk Jatiluhur
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Laporan Intelijen Bongkar Kondisi Parah Mojtaba Khamenei Habis Dibom Israel
-
Iran Cap Halal Luncurkan Rudal ke Kapal Antek Zionis Israel yang Lewat Selat Hormuz
-
Kocak! Zionis Israel Senbunyikan Video Kehancuran Tel Aviv Usai Hujan Rudal Iran, Pers Ditekan
-
Rudal Kiamat Iran Hujan di Malam Lailatul Qadar, Ratusan Antek Zionis Jadi Korban
-
Nyawa Donald Trump Terancam, Keamanan Gedung Putih Jebol Diteror Mobil Van
-
Dari Semua Penjuru Mata Angin, Rudal Iran dan Roket Hizbullah Hantam Wilayah Israel
-
Spanyol Tarik Permanen Dubes dari Israel, Ketegangan Diplomatik Makin Memanas
-
Garda Revolusi Iran: Hai Musuh-musuh Kami, Menyerah atau Hancur Lebur!
-
Detik-detik Rudal Iran Hantam Israel: 5 Jam Hening, Sirene Berbunyi, Duaarrr!
-
Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran