Suara.com - Meski sudah berhasil menangkap empat pelaku perampokan rumah mendiang Dodi Triono, kepolisian masih mencari bukti-bukti lain yang belum didapat dari kawanan bandit sadis tersebut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Praboowo Argo Yuwono mengatakan jika barang bukti yang belum ditemukan polisi adalah senjata tajam yang diduga telah dibuang oleh Ridwan Sitorus alias Marihot Sitorus alias Ius Pane, salah satu pelaku yang sudah berhasil dibekuk.
"Jadi yang bersangkutan ini kemudian membuang golok juga di daerah sungai Cikeas. Nanti kita akan mencari BB tersebut yang akan dilakukan Polres Jakarta Timur," kata Argo di Polda Metro Jaya, Senin (2/1/2017).
Selain sajam, polisi juga belum menemukan mobil sewaan jenis Suzuki Ertiga yang digunakan para pelaku. Menurut Argo kendaraan tersebut disewa oleh Alins Bernius Sinaga yang berperan sebagai driver.
"Kemudian kendaraan itu yang menyewa dibebankan oleh Sinaga sekarang sedang kita cari kendaraan itu," kata Argo.
Dari upaya penangkapan Ius di Medan, Minggu (1/1/2017) kemarin, polisi kemudian menggeledah rumah kontrakan pelaku di bilangan Depok. Dari rumah tersebut, polisi menyita barangbukti berupa satu pucuk senjata air softgun dan sisa uang hasil rampokan.
"Saya ingin menyampaikan perkembangan kasus di Pulomas berkaitan kemaren kita sudah menangkap pelaku yang keempat yang ada di Medan. Jadi setelah kita menangkap dari Medan dan kita bawa ke Jakarta kemudian kita tanyakan dan interograsi. Yang bersangkutan ini kemaren sudah kita bawa ke rumahnya di Depok sehingga kita mendapatkan di sana satu buah senjata api jenis soft gun. Kemudian ada uang sisa daripada perampokan itu Rp800 ribu," kata dia.
Sebelumnya polisi telah menangkap pelaku lain yakni Ramlan Butarbutar alias Porkas, Erwin Situmorang dan Alfin Bernius Sinaga. Mereka melakukan perampokan di rumah Dodi Triono si Pulomas Utara Nomor 7a, Kayuputih, Jakarta Timur pada Selasa (27/12/2016). Para tersangka menyekap 11 orang di kamar mandi berukuran 1,5 meter dikali 1,5 meter sehingga menewaskan enam korban dan lima korban lainnya selamat.
Enam orang meninggal dunia yaitu Dodi, dua anaknya Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amalia Calista Putri Pahlevi atau Amel (10 tahun, teman Dianita), Sugiyanto, dan Tasrok (40). Sugiyanto dan Tasrok adalah supir. Sedangkan, lima korban yang selamat, masing-masing berama Emi (41), Zanette Kalila Azaria (13 tahun, anak ketiga Dodi), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy.
Baca Juga: Jelang Acara Tahlilan, Rumah Dodi di Pulomas Dibersihkan Polisi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden
-
33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta
-
Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!
-
Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup
-
PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar
-
Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat
-
Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga