Suara.com - Pemerintah Myanmar, pada Senin (2/1/2016), mengumumkan telah menangkap sejumlah anggota polisi yang terekam kamera sedang menyiksa warga Rohingya. Video yang beredar di YouTube itu direkam oleh sesama anggota polisi Myanmar.
Dalam video itu terlihat sejumlah anggota polisi bersenjata lengkap memukul dan menendang beberapa warga Rohingya yang dikumpulkan di sebuah desa. Mereka tampak sengaja dikumpulkan, diperintahkan untuk duduk di tanah, dan dipukuli menggunakan tongkat serta ditendang pada kepalanya.
Video-video penyiksaan itu sebelumnya banyak ditemukan di media sosial, tetapi baru kali ini pemerintah Myanmar mengambil langkah tegas untuk menangkap dan menghukum para pelakunya.
Pemerintah Myanmar mengatakan akan mengambil tindakan "terhadap polisi yang diduga memukul warga desa dalam operasi pembersihan area pada 5 November di desa Kotankauk".
Sudah ada lima petugas polisi yang disebut terlibat dalam aksi keji itu, termasuk Zaw Myo Htike, petugas yang merekam video itu.
"Mereka yang telah diidentifikasi telah ditahan. Investigasi lebih lanjut untuk mengungkap polisi yang memukul warga desa tersebut telah sedang digelar," bunyi pernyataan pemerintah Myanmar seperti dilansir AFP.
Seorang aktivis Rohingya yang dihubungi AFP mengatakan bahwa video itu asli dan telah diverifikasi oleh seoarang pengungsi di kamp Shilkhali.
Warga etnis Rohingya, yang mayoritas beragama Islam, memang menjadi korban penyiksaan dan pembantaian di Myanmar. Mereka dianggap sebagai warga ilegal di negara yang telah mereka diami selama beberapa generasi.
Puluhan ribu warga Rohingya telah mengungsi ke negara tetangga, Banglades, setelah operasi militer digelar pemerintah Myanmar di negara bagian Rakhine pada akhir tahun lalu. Mereka dituding telah menyerang pos-pos polisi di pada Oktober lalu.
Beberapa pengungsi Rohingya yang berhasil selamat mengatakan bahwa desa-desa mereka dibakar, orang-orang tua, perempuan, serta anak-anak dibantai. Bahkan UNHCR, lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertugas mengurus pengungsi, mengatakan bahwa Myanmar telah melakukan pembersihan etnis Rohingya.
Tudingan ini telah dibantah oleh pemerintah Myanmar.
Berita Terkait
-
Militer Myanmar Klaim Rebut Kembali Kota Perbatasan Strategis Dekat Thailand
-
Menlu: Prabowo Tekankan Jalur Dialog Atasi Konflik Perbatasan Myanmar di KTT ASEAN
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta
-
Aung San Suu Kyi Pindah ke Tahanan Rumah Saat Krisis Politik Myanmar
-
Timur Tengah Gencatan Senjata, Jet Tempur Myanmar Bombardir Wilayah Thailand
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend