Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku memantau penggusuran yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama sejak menjadi gubernur DKI Jakarta. (suara.com/Nikolaus Tolen)
Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto sempat menyinggung kasus dugaan makar yang diduga dilakukan oleh sejumlah tokoh. Politisi berusia 65 tahun itu berbicara dalam rapat kerja kader Partai Gerindra, pada Minggu (8/1/2017), yang diselenggarakan di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah dimintai komentarnya oleh media soal ucapan Prabowo. Ia mengatakan semua pihak untuk tidak berandai-andai dan seharusnya kasus tersebut diserahkan kepada aparat kepolisian.
"Ini kan sudah masuk ranah hukum, maka jangan berandai andai. Dan percayakan pada proses hukum, biar pengadilan ada tindak pidana makar atau tidak," ujar Basarah di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Senin (9/1 /2017).
Dalam pidatonya di hadapan ribuan kader Partai Gerindra, Prabowo menyinggung terkait dugaan makar yang dituduhkan kepada sejumlah tokoh. Salah satu tokoh yang dituduh makar yakni puteri proklamator RI sekaligus Presiden pertama Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri. Menurut Prabowo tak mungkin Rachmawati melakukan makar.
"Dituduh makar? Saya kira, anak Proklamator kok makar. Tapi mari kita hadapi proses ini dengan baik, " kata Prabowo.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar