Suara.com - Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara perayaan hari ulang tahun PDI Perjuangan yang ke 44 tahun di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (10/1/2017).
Jokowi dan Jusuf Kalla datang sekitar pukul 09.59 WIB atau sebelum acara dimulai pukul 10.00 WIB.
Di dalam gedung, Jokowi dan Jusuf Kalla duduk berdampingan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Setelah Megawati dan Jokowi secara bergiliran menyampaikan pidato, tiba waktunya acara pemotongan tumpeng.
Potongan tumpeng yang pertama diberikan Megawati kepada Jokowi di atas panggung.
Sebelum Megawati menyerahkan tumpeng, Jokowi terlihat tersenyum-senyum.
Setelah menerimanya, ribuan orang yang menghadiri acara ulang tahun PDI Perjuangan memberikan tepuk tangan.
Jokowi tak lupa menyalami Megawati sambil membungkukkan badan tanda penghormatan.
Potongan tumpeng yang kedua diberikan Megawati kepada Jusuf Kalla.
Hadirin kembali memberikan tepuk tangan.
Dalam pidato politik tadi, Megawati menegaskan partainya merupakan partai ideologis.
"Saya menjabarkan hal-hal di atas dalam forum ini, untuk menegaskan kembali bahwa PDI Perjuangan tetap memilih jalan ideologis. PDI Perjuangan menyatakan diri tidak hanya sebagai rumah bagi kaum nasionalis, tetapi juga sebagai Rumah Kebangsaan bagi Indonesia Raya," kata Megawati.
Mantan Presiden kelima menginstruksikan kepada semua kader PDI Perjuangan tidak ragu menjadikan markas PDI Perjuangan sebagai rumah aspirasi.
"Kepada kader Partai di seluruh Indonesia, saya instruksikan agar tidak lagi ada keraguan, apalagi rasa takut, untuk membuka diri dan menjadikan kantor-kantor Partai sebagai rumah bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasi," kata dia.
Megawati meminta semua kader menjadi "banteng" dalam membela keberagaman.
Berita Terkait
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu
-
Kritik Penanganan Kasus Andrie Yunus, Megawati: Kok Masuknya ke Pengadilan Militer? Pusing Saya
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Sambut May Day 2026, Megawati Tegaskan Kesejahteraan Buruh Syarat Mutlak Keadilan Sosial
-
Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?
-
Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan