- Penangkapan Bupati Pati dan Wali Kota Madiun oleh KPK mengindikasikan melemahnya pengaruh politik mantan Presiden Jokowi.
- Rangkaian Operasi Tangkap Tangan ini ditafsirkan sebagai patahnya kendali politik Jokowi terhadap lembaga antirasuah KPK.
- Kasus korupsi kepala daerah yang di-endorse dapat memicu persepsi negatif publik terhadap integritas figur politik pendukung Jokowi.
Suara.com - Penangkapan sejumlah kepala daerah yang sebelumnya di-endorse atau 'titipan' mantan Presiden Joko Widodo dinilai menjadi sinyal kian memudarnya pengaruh politik Jokowi pasca lengser dari kursi presiden.
Kondisi tersebut sekaligus dibaca sebagai penanda patahnya kendali politik Jokowi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Adapun pejabat yang dimaksud yakni Bupati Pati Sudewo dan Wali Kota Madiun Maidi. Keduanya baru saja terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK.
"Selama ini Pak Jokowi dianggap bisa mengendalikan KPK, tetapi dengan dicekalnya, OTT-nya orang-orang yang di-endorse Jokowi, itu juga saya kira itu membuktikan bahwa pengaruh dan wibawa politik Pak Jokowi semakin menurun," kata pengamat politik Arif Nurul Imam, saat dihubungi Suara.com, Selasa (20/1/2026).
Arif menilai rangkaian OTT ini mempertegas bahwa kendali politik terhadap KPK tidak lagi berada di tangan mantan presiden tersebut.
"Kalau secara politik ada tafsir juga bahwa kendali Pak Jokowi terhadap KPK ini patah," tandasnya.
Menurut Direktur Eksekutif Skala Data Indonesia itu, menurunnya pengaruh tersebut tidak lepas dari fakta bahwa Jokowi kini sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Pihaknya tak menampik bahwa kasus-kasus OTT tersebut berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap figur-figur kepala daerah yang selama ini dilekatkan dengan nama Jokowi.
Publik, kata dia, bisa menafsirkan bahwa endorsement Jokowi tidak lagi identik dengan integritas dan komitmen antikorupsi.
Baca Juga: Bukan Cuma Bupati Pati Sudewo, KPK Juga Tangkap Camat dan Kepala Desa
"Tentu ini publik berspekulasi penangkapan-penangkapan ini bisa jadi dibaca bahwa orang-orang 'titipan' Jokowi juga tidak memiliki integritas dan komitmen dalam melakukan pembangunan daerah," ungkapnya.
Lebih lanjut, Arif menilai apabila kasus serupa terus bermunculan, dampaknya dapat meluas secara politik. Tidak hanya terhadap Jokowi secara personal tetapi terhadap partai-partai yang selama ini berada di lingkaran atau dekat dengan Jokowi.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Jokowi dan partai-partai yang dekat dengannya untuk melakukan mitigasi politik dan komunikasi publik.
"Jika ini terus meluas, tentu ini akan berdampak secara politik bagi langkah politik Jokowi, termasuk partai yang kemudian hari ini dinahkodai oleh Kaesang, PSI, kemudian persepsi publik bahwa orang-orang yang di-endorse Jokowi ternyata juga tidak memiliki komitmen dan memiliki integritas," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Menanti Keputusan April, Akankah Stadion JIS Jadi Lokasi Konser Megah BTS?
-
Buntut Kasus Undip, DPR Akan Evaluasi Total Permendikbudristek Soal Kekerasan
-
Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka! Polri Janji Dalami Keluhan Kasus Nabilah OBrien
-
Pusaran Korupsi Fadia Arafiq Seret Suami yang Anggota DPR dan Anak, Begini Respons Golkar
-
Saksi Ahli KPK Justru Sebut Pimpinan KPK Tak Berwenang Tetapkan Gus Yaqut Tersangka, Begini Jelasnya
-
Ungkap Alasan Penahanan Dokter Richard Lee, Polisi: Mangkir Pemeriksaan dan Tak Penuhi Wajib Lapor!
-
Harga Sembako Naik Jelang Idul Fitri? Pemkab Bekasi Akan Gelar Operasi Pasar
-
Perkuat Kemitraan Strategis, UPH Gelar Media Gathering 2026 Bersama Puluhan Media Nasional
-
Investasi Kabupaten Serang Tembus Rp21,5 T, Ratu Zakiyah Diganjar Award Kepala Daerah Inovatif
-
Inovasi Teknologi Canggih Singapore Airlines Menjawab Tantangan Perubahan Iklim Dunia