Suara.com - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Edwin Partogi Pasaribu mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan perlindungan kepada korban selamat dari peristiwa perampokan disertai pembunuhan keluarga Dodi Triono.
"Kami ingin menyampaikan ke Polda Metro Jaya, bahwa telah mendapatkan pemohonan perlindungan dari lima saksi korban atas peristiwa perampokan dan pembunuhan di Pulomas," kata Edwin di Polda Metro Jaya, Kamis (19/1/2017)
Menurutnya lima korban selamat yang didampingi untuk menjalani serangkaian pemeriksaan saksi kasus tersebut yakni Zanette Kalila Azaria (13 tahun, anak ketiga Dodi) Emi (41), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy. Pihaknya juga akan menyediakan penerjemah untuk Zanette yang mengalami tuna wicara sejak kecil agar bisa lebih mudah menjalani pemeriksaan.
"Ada Zanette yang masih berusia 13 thn, kemudian ada empat asisten rumah tangga semuanya perempuan dan LPSK memberikan perlindungan prosedural itu berupa pendampingan dalam setiap proses hukumnya kemudian juga baik di kepolisian maupun nanti dipengadilan serta kalau ada kebutuhan penerjemah untuk Zanette akan disediakan," kata dia.
Dia mengatakan alasan LPSK turun tangan dalam kasus tersebut karena kelima korban masih mengalami trauma setelah disekap di kamar mandi oleh komplotan rampok pimpinan Ramlan Butar-butar alias Porkas selama hampir belasan jam. Bahkan, Edwin mengaku para korban masih takut untuk melihat ruangan kamar mandi.
"Artinya orang punya trauma yah atas peristiwa itu dan trauma itu sampai sekarang masih dialami dirasakan. Ada yang mengalami halusinasi, ada yang memiliki ketakutan terhadap kamar mandi. Karena mungkin lama waktunya penyekapan mereka dikamar mandi itu. Sehingga katakanlah untuk 4 asiten rumah tangga itu, saling bersamaan keluar kamar mandi dan saling menunggu. Sama seperti Zanette juga, masih ada trauma dengan kamar mandi," kata dia.
Lebih lanjut, Edwin menambahkan pihaknya juga memberikan bantuan medis dan pemulihan psikologi kepada korban hingga pulih total. Hal itu, lanjutnya dilakukan agar para korban selamat bisa menjalani pemeriksaan dengan baik.
"Selain itu kami juga akan memberikan bantuan medis dan psikologis buat para korban ini, kalau misalnya mereka ini ada sakit atau trauma akibat peristiwa itu ya harus dipulihkan, agar mereka dalam menjalani proses permeriksaan ini menyampaikan keterangan secara benar dan sehat, bebas dan ada rasa kenyamanan untuk menyampaikan keterangan tersebut," katanya.
Sebelumnya, polisi telah ringkus komplotan perampok di rumah Dodi di Pulomas Utara nomor 7A, Jakarta Timur. Mereka adalah Ramlan alias Porkas, Erwin Situmorang, Alfins Bernius Sinaga dan Ius Pane. Dari penangkapan para pelaku, polisi telah menembak mati Ramlan yang menjadi pimpinan mereka.
Baca Juga: Rekonstruksi Perampokan Pulomas, 7 Adegan Ini Belum Diperagakan
Dari aksi perampokan di kediaman Dodi, komplotan bandit ini menyekap 11 orang di kamar mandi berukuran kecil sehingga menewaskan enam korban karena kehabisan oksigen. Sedangkan lima korban yang ikut disekap selamat.
Enam korban yang meninggal dunia yaitu Dodi, dua anaknya Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amalia Calista Putri Pahlevi atau Amel (10 tahun, teman Dianita), Sugiyanto, dan Tasrok (40). Sugiyanto dan Tasrok adalah supir.
Berita Terkait
-
Rekonstruksi Perampokan Pulomas, 7 Adegan Ini Belum Diperagakan
-
Hanya Ius Pane, Alfins dan Erwin Situmorang Tak Ikut Rekonstruksi
-
Polisi Tambah 3 Reka Adegan di Pembunuhan Sadis Pulomas
-
Apresiasi Anggota, Tito Contohkan Polisi Menteng Tolong Pemulung
-
Kasus Pulomas, Kapolri: 25 Persen Kerja, Sisanya Urusan Tuhan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab
-
Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi