Suara.com - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Masinton Pasaribu menilai lembaga swadaya masyarakat Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama sebagai lembaga yang tidak jelas. Pernyataan Masinton menyusul tindakan pengurus LSM bernama Baharuzaman melaporkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia dengan tuduhan menodai agama.
"LSM-nya nggak jelas. Jangan-jangan nggak punya badan hukum. Jangan-jangan orangnya nggak punya KTP, kan orangnya anti agama," kata Masinton sambil tertawa, di DPR, Jakarta, Rabu (25/1/2017).
Menurut Masinton LSM yang melaporkan Megawati merupakan penganut ideologi tertutup, yang tersinggung dengan pidato Megawati di acara hari ulang tahun PDI Perjuangan yang ke 44.
Padahal, menurut Masinton, isi pidato politik Megawati yang tema rumah kebangsaan bagi Indonesia Raya merupakan cerminan kondisi kekinian Indonesia.
PDI Perjuangan, kata Masinton, berkomitmen bahwa Pancasila merupakan benteng dan pondasi dasar untuk menghadapi masalah yang bertentangan dengan kebhinnekaan.
"Ide ini lahir secara dialektis, dan ide tidak bisa dipidana. Maka, kalau ada yang tersinggung dengan ide itu, gelar secara akademis, bahas pidatonya, karena itu pemikiran kritis, ide terhadap kebangsaan saat ini," kata dia.
Masinton menilai pemikiran Baharuzaman dangkal sehingga tak dapat mencerna pesan pidato Megawati.
Menurut kekeliruan cara berpikir dengan menganggap hal yang tidak sejalan dengan pemikirannya salah, lalu lapor ke polisi, itu merupakan tindakan yang tidak bijak.
"Itu menurut saya kedunguan yang harus diakhiri," tuturnya.
Masinton yakin Bareskrim tentu akan memverifikasi laporan sebelum memutuskan untuk memprosesnya atau menghentikannya. Verifikasi dilakukan berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi-saksi yang tepat.
"Saya beranggapan ini tidak memenuhi unsur," ujar dia.
Berita Terkait
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu
-
Kritik Penanganan Kasus Andrie Yunus, Megawati: Kok Masuknya ke Pengadilan Militer? Pusing Saya
-
Sambut May Day 2026, Megawati Tegaskan Kesejahteraan Buruh Syarat Mutlak Keadilan Sosial
-
Megawati di Hari Kartini: Terus Ajarkan Semangat Perjuangan Agar RI Terbebas dari Ketidakadilan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah