Suara.com - Pengadilan Negeri Jakarta Utara kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), besok, Selasa (31/1/2017).
Pihak kepolisian tetap akan melakukan pengamanan secara ketat lokasi sidang kedelapan yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan pengamanan sidang akan dibagi beberapa ring. Nantinya bagian dalam dan luar gedung Kementan juga akan disterilkan sebelum sidang kasus penodaan agama dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak jaksa penuntut umum dilaksanakan.
"Tetap aja untuk sidang Ahok kita laksanakan di Kementerian Pertanian, beberapa personel kita turunkan, di sana ada beberapa ring toh. Ada ring satu itu di lokasi sidang tentunya. Kita sterilkan sebelum acara berlangsung," kata Argo di Polda Metro Jaya, Senin (30/1/2017).
Di ring bagian halaman dalam gedung, lanjut dia, polisi akan memberikan pengamanan agar awak media yang melakukan peliputan sidang kasus Ahok dengan lancar.
"Di halaman Kementan juga kita amankan jangan sampe nanti teman-teman media keganggu. Tetap kita berikan akses di sana untuk meliput," kata Argo.
Selain itu, tambahnya, ribuan personel kepolisian juga akan disebar ke Jalan RM Harsono depan gedung Kementan untuk mengamankan dua kelompok massa yang rencana akan menggelar unjuk rasa bersamaan dengan sidang Ahok.
Tentunya sidang itu ada (aksi unjuk rasa) dari kubu pro dan kontra kemudiian tetap kita amankan di sana," kata Argo.
Guna menampung jumlah massa pendukung dan antiAhok yang berdemo di luar gedung Kementan. Polisi akan menutup Jalan RM Harsono agar massa bisa menggunakan jalan tersebut untuk menyampaikan aspirasinya. Kedua kelompok massa tersebut nantinya akan dipisahkan untuk menghindari gesekan saat demo berlangsung.
"Di jalan depan kementan tetap kita lakukan penutupan. Dan kita harap kedua kubu tidak bersatu. Tetap kita pisah, yang satu orasi agar tidak terdengar oleh yang lain," jelas Argo.
Dalam sidang kali ini, JPU akan menghadirkan lima saksi. Mereka adalah Ibnu Baskoro (saksi pelapor), Komisioner KPU DKI Jakarta Dahliah Umar, Ketua MUI Ma'ruf Amin, dan dua nelayan Pulau Panggang: Jaenudin alias Panel bin Adim, da Sahbudin alias Deni. Dua nelayan ini merupakan saksi fakta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
Terkini
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kronologi Waketum PSI Bro Ron Dipukul Orang Tak Dikenal, Pelaku Kini Mendekam di Polsek
-
Bela Nasib Karyawan Malah Dipukul, Polisi Ciduk 2 Pelaku Penganiaya Waketum PSI Bro Ron
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
-
Putus Rantai Tawuran, Pemkot Jaksel Bangun Gelanggang Olahraga di Manggarai
-
Iran: Kroco Donald Trump Serang Kapal Sipil di Selat Hormuz, 5 Orang Tewas
-
Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya
-
KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa
-
Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat
-
Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel