Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI, Bachtiar Nasir telah memenuhi penyidik Subdit Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (1/2/2017) hari ini. Bachtiar akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan pemufakatam makar.
Bachtiar yang tiba sekitar pukul 10.00 WIB itu didampingi tim Advokasi GNPF MUI.
Kapitra Ampera selaku pengacara yang tergabung salam tim Advokasi GNPF MUI mengaku tidak ada persiapan khusus dalam pemeriksaam yang akan dijalani Bachtiar Nasir sebagai saksi.
"Kita ini bukan tersangka, buat apa bawa barang bukti. Barang bukti itu dibawa untuk membuktikan kita salah atau tidak ," kata Kapitra.
Menurutnya, Bachtiar akan menjelaskam semua kepada penyidik aapa yang dirinya ketahui soal penyidikan kasus dugaan makar.
"Ini kan hanya dimintai keterangan mengetahui atau tidak peristiwa dugaan pidana. Kita akan sampaikan betul atau tidaknya," kata Kapitra.
Bacthiar langsung bergegas masuk ke gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Saat menaiki tangga, anggota tim Advokasi GNPF MUI dan massa simpatisan yang mendampingi pemeriksaan Bachtiar diperiksa petugas polisi yang berjaga. Semua barang bawaan mereka diperiksa polisi.
Sejatinya pimpinan Front Pembelas Islam Habib Rizieq Shihan dan Juru Bicara FPI Munarman juga turut diperiksa sebagai saksi kasus dugaan makar. Namun, hingga berita ini diturunkan keduanya belum nampak hadir.
Baca Juga: Tinggalkan Al Azhar, Laskar FPI Bergerak Menuju Polda Metro
Terkait kasus dugaan makar, polisi telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Mereka adalah Sri Bintang Pamungkas, mantan anggota staf ahli Panglima TNI Brigjen (Purn) Adityawarman Thaha, mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zein, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Bidang Ideologi Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo, Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein, serta tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap