Suara.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly ikut menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono terkait penyadapan dirinya dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin yang mengarahkan isu penyadapan dengan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Jokowi tak memiliki kaitan dengan penyadapan tersebut.
"Nggak mungkin. Kita tahu lah, kita tidak mungkin itu," ujar Yasonna di sela-sela Pertemuan The 3rd Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting on Law and Security, di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Kamis (2/2/2017).
Tak hanya itu, ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak melakukan intervensi terkait penyadapan terhadap mantan Presiden ke enam. Namun penyadapan bisa dilakukan oleh aparat penegak hukum seperti KPK, polisi dan Jaksa Agung, jika seseorang tersangkut kasus.
"Pemerintah kita jamin tidak mau melakukan intervensi penyadapan. Kecuali ada tindakan hukum oleh KPK, polisi, Jaksa Agung, itukan penegakkan hukum," katanya.
Ketika ditanya siapa pihak yang melakukan penyadapan, Yasonna meminta untuk mengkonfirmasi kepada tim kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
"Ya ditanya aja ke pengacara Ahok," ucap Politisi PDI Perjuangan.
Ia pun menuturkan bahwa dugaan penyadapan itu tidak dibesar-besarkan. Pasalnya kedua pihak sudah saling memaafkan.
"Saya kira sudahlah, apalagi Pak Kiai sudah memaafkan Pak Ahok. Pak Ahok juga sudah minta maaf. Sudah saling memaafkan, " kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan