Suara.com - Pebalap baru Ducati, Jorge Lorenzo, mengaku tak memikirkan posisinya yang tidak juga mampu menembus lima besar teratas pada tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Baginya, ini baru sekadar tes pramusim. Terpenting, kata Lorenzo, catatan waktunya terus menajam dari sesi ke sesi selama tiga hari tes berlangsung di sirkuit yang memiliki panjang lintasan 5,543 km tersebut.
Menurutnya, hal itu menggambarkan bahwa proses adaptasi bersama tim barunya berjalan dengan positif.
Pada hari pertama tes, Senin (30/1/2017), juara dunia kelas MotoGP tiga kali ini di luar dugaan hanya mampu menempati urutan 17, dengan catatan waktu terbaik 2 menit 1,349 detik.
Sehari berikutnya, posisinya mulai menanjak tajam, yakni bertengger di urutan kedelapan. Catatan waktu terbaiknya pun menajam, menjadi 2 menit 0,484 detik.
Di hari terakhir tes, Rabu (1/2/2017), posisi Lorenzo turun satu tingkat. Namun demikian, pebalap berusia 29 tahun ini mempertajam catatan waktu terbaiknya lagi; 1 menit 59,767 detik.
Atas peningkatan waktu ini, Lorenzo mengaku puas, namun dengan catatan timnya harus tetap bekerja keras jika ingin kembali ke masa kejayaan.
"Saya bahagia karena kami terus melanjutkan progres dan saya semakin mengerti tentang karakter motor setiap kali saya mengendarainya," kata Lorenzo seperti dikutip dari MotoGP, Kamis (2/2/2017).
"Kami lebih cepat tujuh per seribu detik (dari hari kedua) dan setiap waktunya kami semakin dekat dengan potensi yang saya miliki, tapi perjalanan yang harus ditempuh masih panjang."
Baca Juga: Terkait Hasil Tes Pramusim di Sepang, Dovi Dapat Wangsit Positif
"Tim sangat memotivasi dan bekerja dengan baik. Kami memiliki banyak data untuk terus membuat motor Desmosedici jadi lebih baik. Kami harus terus bekerja--dan terus maju," pungkasnya.
Tes resmi pramusim berikutnya akan digelar di Sirkuit Phillip Island, Australia, 15-17 Februari mendatang. Di sirkuit ini Lorenzo memiliki kenangan cukup manis.
Setidaknya ada tiga kenangan yang tak pernah dilupakannya di sirkuit ini, yakni saat dua kali beruntun jadi juara di kelas 250cc--2006 & 2007--dan sekali di kelas MotoGP; 2013.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir