Suara.com - Juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, mengaku tak ingin terlalu merisaukan performa motor Honda RC213V tahun ini selama melakukan tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Sebaliknya, pebalap yang dijuluki The Baby Alien itu justru bersyukur kendala pada motornya terjadi pada masa pramusim dibanding terjadi saat kompetisi bergulir.
Dengan demikian, kata Marquez, dirinya beserta tim jadi memiliki waktu yang banyak untuk memperbaiki performa motor.
Seperti diketahui, dalam dua hari tes terakhir di Sepang, posisi Marquez selalu terlempar dari lima besar teratas.
Di hari pertama misalnya, Senin (30/1/2017) lalu, juara dunia kelas MotoGP tiga kali itu hanya menempati posisi kesembilan, di bawah Valentino Rossi, dengan catatan waktu terbaik 2 menit 0,738 detik.
Keesokan harinya, peringkat Marquez justru melorot satu tingkat, meski catatan waktunya menajam menjadi 2 menit 0,531 detik.
"Kami memiliki banyak masalah, seperti start yang terlambat karena sebelumnya hujan, kemudian kami banyak membuang-buang waktu di garasi tim," kata Marquez, 23 tahun, seperti dikutip dari MotoGP.
"Tapi ini baru pramusim dan lebih baik punya masalah sekarang! (daripada saat kompetisi sudah bergulir). Jadinya, kami punya waktu untuk menemukan setelan yang tepat."
"Kami masih memiliki banyak hal yang harus diujicobakan, dan salah satunya terkait elektronik. Jika memiliki masalah pada hal ini, maka Anda akan kalah dan kami juga masih memiliki kesulitan untuk memahami performa mesin dengan baik," pungkas Marquez.
Baca Juga: Jadi Tersangka, MK Terima Surat Penahanan Patrialis Akbar
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka