Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi (kiri) memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/1). (Antara)
Juru bicara Presiden, Johan Budi, menyarankan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono blak-blakan tentang siapa nama sejumlah tokoh yang disebut menghalang-halangi Presiden Joko Widodo untuk bertemu Yudhoyono.
"Sekarang ini kan era terbuka, saya menyarankan kepada Pak SBY untuk sebut saja siapa yang dimaksud menghalang-halangi," kata Johan di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/2/2017).
Johan menegaskan tidak ada orang Istana yang menghalang-halangi Jokowi untuk membuat pertemuan. Sebab, Jokowi tipe pemimpin yang penuh perhitungan.
"Setahu saya tidak ada. Tentu Presiden tidak bisa ada yang menghalang-halangi kalau sudah memutuskan untuk bertemu orang. Saya kira mungkin (SBY) salah informasi, saya tidak tahu," ujar dia.
Johan mengungkapkan selama ini hubungan Jokowi dan Yudhoyono baik-baik saja.
"Hubungan kedua beliau ini baik-baik saja," tutur dia.
Johan menerangkan meski kedua pemimpin belum bertemu lagi secara langsung, mereka tetap sering berkomunikasi tanpa perantara.
"Kan bisa pribadi. Kan bisa keduanya main saling telpon, jadi nggak ada persoalan," kata dia.
Sebelumnya, Yudhoyono mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi sebenarnya ingin bertemu dirinya, namun ada yang menghalang-halangi.
"Ada tiga sumber memberi tahu saya, beliau (Presiden Jokowi) ingin sekali bertemu saya, tetapi dilarang oleh dua, tiga orang disekeliling beliau. Ini saya pikir hebat juga ini orang bisa melarang Presiden bertemu mantan sahabatnya yang juga mantan Presiden," kata Yudhoyono di Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2017).
"Saya sekali saya belum punya kesempatan bertemu dengan Presiden kita Bapak Jokowi. Kalau bertemu Presiden saya ingin bicara blak-blakan, saya ingin tanya siapa yang memberi informasi kepada beliau bahwa saya menunggangi aksi 411 (demonstrasi anti Ahok), mendanai, dan pemboman, juga makar," Yudhoyono menambahkan.
"Sekarang ini kan era terbuka, saya menyarankan kepada Pak SBY untuk sebut saja siapa yang dimaksud menghalang-halangi," kata Johan di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/2/2017).
Johan menegaskan tidak ada orang Istana yang menghalang-halangi Jokowi untuk membuat pertemuan. Sebab, Jokowi tipe pemimpin yang penuh perhitungan.
"Setahu saya tidak ada. Tentu Presiden tidak bisa ada yang menghalang-halangi kalau sudah memutuskan untuk bertemu orang. Saya kira mungkin (SBY) salah informasi, saya tidak tahu," ujar dia.
Johan mengungkapkan selama ini hubungan Jokowi dan Yudhoyono baik-baik saja.
"Hubungan kedua beliau ini baik-baik saja," tutur dia.
Johan menerangkan meski kedua pemimpin belum bertemu lagi secara langsung, mereka tetap sering berkomunikasi tanpa perantara.
"Kan bisa pribadi. Kan bisa keduanya main saling telpon, jadi nggak ada persoalan," kata dia.
Sebelumnya, Yudhoyono mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi sebenarnya ingin bertemu dirinya, namun ada yang menghalang-halangi.
"Ada tiga sumber memberi tahu saya, beliau (Presiden Jokowi) ingin sekali bertemu saya, tetapi dilarang oleh dua, tiga orang disekeliling beliau. Ini saya pikir hebat juga ini orang bisa melarang Presiden bertemu mantan sahabatnya yang juga mantan Presiden," kata Yudhoyono di Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2017).
"Saya sekali saya belum punya kesempatan bertemu dengan Presiden kita Bapak Jokowi. Kalau bertemu Presiden saya ingin bicara blak-blakan, saya ingin tanya siapa yang memberi informasi kepada beliau bahwa saya menunggangi aksi 411 (demonstrasi anti Ahok), mendanai, dan pemboman, juga makar," Yudhoyono menambahkan.
Komentar
Berita Terkait
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
-
Film 'Kupilih Jalur Langit' Resmi Tayang di Bioskop Indonesia!
-
JK Ungkit Jasanya untuk Jokowi, Golkar Beri Respons Menohok!
-
Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Kisah Warga di Jabar Rela Patungan untuk Bayar Penjaga Perlintasan Rel Liar
-
Heboh Fenomena Tentara Korsel: Latihan Militer No, Operasi Plastik Yes
-
Tim Advokasi Khawatir Ada Upaya Damai dalam Kasus Tragis PRT Benhil
-
Ketakutan Penjaga Perlintasan Rel Liar Usai Tragedi Bekasi: Kami Juga Tak Mau Celakakan Orang!
-
Nadiem Jadi Tahanan Rumah, Kejagung Siapkan Pengawasan 24 Jam dan Gelang Elektronik
-
Targetkan 500 Ribu Lulusan SMK Kerja di LN, Cak Imin Prioritaskan Siswa dari Keluarga Miskin
-
23 Selamat, 14 Hilang! Drama Mencekam Pekerja Migran Indonesia di Laut Malaysia
-
Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Gas Jerman, Ancaman Krisis Energi Menghantui Warga Eropa
-
Melanggar Perda, Satpol PP DKI Siap Sikat Lapak Hewan Kurban di Trotoar
-
NHM Kerahkan Tim Darurat, Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Berhasil Dievakuasi