- Kapal pembawa migran ilegal asal Indonesia tenggelam di perairan dekat Pulau Pangkor, Malaysia, pada Senin dini hari.
- Badan Penegakan Maritim Malaysia berhasil menyelamatkan 23 orang, sementara 14 korban lainnya masih dalam proses pencarian intensif.
- Otoritas Malaysia mengerahkan kapal patroli dan pesawat untuk mencari korban hilang yang berangkat dari Kisaran sejak 9 Mei.
Suara.com - Otoritas Malaysia melancarkan operasi pencarian besar-besaran setelah sebuah kapal yang membawa puluhan migran ilegal tenggelam di perairan barat negara tersebut.
Sebanyak 23 orang berhasil diselamatkan, sementara 14 lainnya masih dinyatakan hilang.
Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) negara bagian Perak menyebut kapal itu tenggelam di perairan dekat Pulau Pangkor.
Informasi awal diterima dari nelayan lokal yang menemukan para korban terapung di laut pada Senin dini hari.
“Sebanyak 23 korban berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan lokal, terdiri dari 16 pria dan tujuh perempuan,” ujar Direktur MMEA Perak, Mohamad Shukri Khotob dilansir dari Aljazeera.
Menurut hasil penyelidikan awal, para migran tersebut berangkat dari Kisaran, Indonesia, pada 9 Mei 2026.
Korban diduga hendak menuju sejumlah wilayah di Malaysia seperti Penang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur.
MMEA mengerahkan dua kapal patroli, helikopter, hingga pesawat pengintai untuk mencari korban yang masih hilang.
Operasi pencarian juga dibantu polisi maritim, angkatan laut, dan komunitas nelayan setempat.
Baca Juga: Solar di Indonesia dengan Malaysia Mahal Mana? Intip Perbandingan Harganya yang Bikin Kaget
“Saat ini para korban yang tersisa masih belum ditemukan dan operasi pencarian terus berlangsung,” kata Mohamad Shukri.
Kasus kapal tenggelam yang melibatkan migran ilegal bukan pertama kali terjadi di jalur laut Malaysia.
Perjalanan laut ilegal yang difasilitasi sindikat perdagangan manusia kerap berakhir tragis akibat kapal kelebihan muatan dan cuaca buruk.
Malaysia selama ini menjadi tujuan utama para pekerja migran dari berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.
Banyak di antara mereka bekerja di sektor konstruksi, perkebunan, hingga pertanian tanpa dokumen resmi.
Data aktivis migran menyebut sekitar 100 ribu hingga 200 ribu warga Indonesia melakukan perjalanan berbahaya menuju Malaysia setiap tahun.
Berita Terkait
-
Solar di Indonesia dengan Malaysia Mahal Mana? Intip Perbandingan Harganya yang Bikin Kaget
-
Bakal Ikuti Jejak Ramadhan Sananta, Kapten Persita Muhammad Toha Diincar Klub Liga Malaysia
-
Gubernur Pramono Anung Lepas 561 Alumni SMK Jakarta Bekerja ke Jerman hingga Jepang
-
Viral Lafaz Allah di Tokong, Polisi Tangkap Pemilik Toko Bangunan
-
Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla di Laut Mediterania Picu Kemarahan PM Malaysia
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Gas Jerman, Ancaman Krisis Energi Menghantui Warga Eropa
-
Melanggar Perda, Satpol PP DKI Siap Sikat Lapak Hewan Kurban di Trotoar
-
NHM Kerahkan Tim Darurat, Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Berhasil Dievakuasi
-
Jejak Alumni Kamboja di Hayam Wuruk: Mengapa Jakarta Dipilih Jadi Basis Judol?
-
TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena
-
Kisruh LCC Empat Pilar, DPR Usul Juri Pakai Headset dan Rekaman Audio agar Penilaian Tak Bermasalah
-
Studi Ungkap Banyak Eksperimen Laut Salah Prediksi Dampak Pemanasan Global, Apa Dampaknya?
-
Kejagung Lawan Vonis Bebas 3 Bankir Kasus Sritex, Ini Alasannya
-
Michael Jackson Dituding Predator Seks Berantai Gunakan Juice Jesus hingga Xanax
-
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Divonis 6 Tahun dalam Kasus Korupsi Minyak Rp285 Triliun