News / Metropolitan
Kamis, 02 Februari 2017 | 19:30 WIB
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj saat memberikan keterangan di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (17/11/2016). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj mengungkapkan peristiwa pertemuan antara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni di kantor PBNU pada Jumat (7/10/2017). Pertemuan tersebut dihadiri Said Aqil dan Rois Aam NU yang juga Ketua MUI Ma'ruf Amin.

Menurut Said Aqil kedatangan putra Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tujuannya untuk meminta doa restu.

"Ya,mereka cuma bicara minta restu, doa restu bahwa kami akan maju cagub-cawagub (DKI 2017)," kata Said Aqil di gedung PBNU, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).

Pertemuan tersebut menjadi salah satu pangkal polemik yang sekarang terus bergulir. Dalam sidang perkara dugaan penodaan agama pada Selasa (31/2/2017), pengacara Ahok bertanya kepada Ma'ruf mengenai apakah ada telepon dari Yudhoyono sehari sebelumnya, yang intinya untuk meminta Ma'ruf mengatur pertemuan di kantor PBNU dan meminta segera mengeluarkan fatwa MUI yang menyebutkan Ahok menghina ulama dan Al Quran.

Said Aqil mengatakan ketika itu tidak ada pembicaraan tentang dukung mendukung, apalagi soal fatwa MUI.

"Nggak ada- nggak ada. Nggak ada, orang ramai-ramai kok ngomong," kata Said Aqil.

Namun, Said Aqil mengakui bahwa ketika itu Agus menyampaikan salam dari Yudhoyono untuk PBNU.

Said Aqil mengatakan yang diterima PBNU bukan hanya pasangan Agus dan Sylviana, bakal calon gubernur Yusril Ihza Mahendra, pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Uno juga diterima.

"Ahok yang nggak pernah," katanya.

Said Aqil mengatakan PBNU bukan organisasi partai politik yang bisa memberikan dukungan kepada kandidat tertentu.

"Kita kan ormas ya, kekuatan civil society ya, bukan kekuatan politik, kalau ke sini ya sifatnya membangun komunikasi dengan warga, pada dasarnya, kalau politik ya ke partai politik," kata Said Aqil.

Mengenai telepon dari Yudhoyono kepada Ma'ruf yang disebutkan terjadi sehari sebelumnya, Said mengaku tidak mengetahuinya.

"Saya nggak tahu, nggak tahu itu. Kita ingin menenangkan persoalan saja," katanya.

Load More