Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj mengungkapkan peristiwa pertemuan antara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni di kantor PBNU pada Jumat (7/10/2017). Pertemuan tersebut dihadiri Said Aqil dan Rois Aam NU yang juga Ketua MUI Ma'ruf Amin.
Menurut Said Aqil kedatangan putra Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tujuannya untuk meminta doa restu.
"Ya,mereka cuma bicara minta restu, doa restu bahwa kami akan maju cagub-cawagub (DKI 2017)," kata Said Aqil di gedung PBNU, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).
Pertemuan tersebut menjadi salah satu pangkal polemik yang sekarang terus bergulir. Dalam sidang perkara dugaan penodaan agama pada Selasa (31/2/2017), pengacara Ahok bertanya kepada Ma'ruf mengenai apakah ada telepon dari Yudhoyono sehari sebelumnya, yang intinya untuk meminta Ma'ruf mengatur pertemuan di kantor PBNU dan meminta segera mengeluarkan fatwa MUI yang menyebutkan Ahok menghina ulama dan Al Quran.
Said Aqil mengatakan ketika itu tidak ada pembicaraan tentang dukung mendukung, apalagi soal fatwa MUI.
"Nggak ada- nggak ada. Nggak ada, orang ramai-ramai kok ngomong," kata Said Aqil.
Namun, Said Aqil mengakui bahwa ketika itu Agus menyampaikan salam dari Yudhoyono untuk PBNU.
Said Aqil mengatakan yang diterima PBNU bukan hanya pasangan Agus dan Sylviana, bakal calon gubernur Yusril Ihza Mahendra, pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Uno juga diterima.
"Ahok yang nggak pernah," katanya.
Said Aqil mengatakan PBNU bukan organisasi partai politik yang bisa memberikan dukungan kepada kandidat tertentu.
"Kita kan ormas ya, kekuatan civil society ya, bukan kekuatan politik, kalau ke sini ya sifatnya membangun komunikasi dengan warga, pada dasarnya, kalau politik ya ke partai politik," kata Said Aqil.
Mengenai telepon dari Yudhoyono kepada Ma'ruf yang disebutkan terjadi sehari sebelumnya, Said mengaku tidak mengetahuinya.
"Saya nggak tahu, nggak tahu itu. Kita ingin menenangkan persoalan saja," katanya.
Berita Terkait
-
Komut KAI Singgung Ulah Taksi Listrik Hijau dalam Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur