Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menyatakan akan lebih santai dalam debat kandidat pada 10 Februari 2017 yang akan datang.
"Kita akan tampil lebih cair, menurunkan tensi. Karena debat ini menghasilkan begitu banyak eskalasi dari segi rivalitas yang berefek di akar rumput," kata Sandiaga di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat, (3/2/2017).
Menekan tensi serendah mungkin, lanjut Sandiaga, tujuannya untuk menunjukkan kepada warga Jakarta bahwa dia dan Anies Baswedan akan sungguh-sungguh berjuang untuk Jakarta.
"Jangan sampai debat diisi dengan pertentangan dan mengakibatkan fokus pada masa lampau, tapi juga fokus menyelesaikan masalah yang dihadapi di Jakarta," ujar Sandiaga.
Tema debat kandidat ketiga Pilkada Jakarta pada tanggal 10 Februari 2017, mendatang yaitu "Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Jakarta. Adapun sub temanya yaitu soal pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, anti penyalahgunaan narkoba dan kebijakan terkait disabilitas.
Debat kandidat ketiga adalah debat terakhir yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Daerah DKI Jakarta. Debat akan dilangsungkan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.
Pilkada DKI Jakarta diikuti oleh tiga pasangan calon. Nomor urut satu yaitu pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Slviana Murni. Keduanya diusung oleh partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN. Sedangkan nomor urut dua yaitu Basuki Tjahja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, diusung Partai Hanura, NasDem, PDI Perjuangan dan Golkar.
Pasangan nomor urut tiga yaitu Anies Baswedan-Sandiaga Uno, diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden
-
Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia