"Saya curiga kenapa ketika satu tahun pelaporan saya ke MK DKI, nggak ada tindakan, tapi ketika sudah akan diputus di pengadilan tinggi, mereka tiba tiba undang saya dengan tempo yang sangat singkat, satu hari untuk datang melakukan sidang. Setelah satu tahun menunggu nggak ada putusan sama sekali nggak ada itikad baik dari MK DKI, tapi ketika putus sidang di PT, mereka baru mengadakan rapat ke saya. Satu tahun lalu kemana mereka..
Ia berharap adanya keadilan bagi kasus dugaan malapraktik yang menimpa mendiang putrinya.
"Saya minta keadilan. Supaya semua yang mnjdi korban di RS nggak usah takut melawan RS. Banyak yang bilang, melawan RS susah tapi kalau selama kita mau mencoba yang penting berjuang dulu," paparnya.
Pengadilan Negeri Bekasi akhir Juni 2016 lalu memutuskan bahwa Rumah Sakit Awal Bross terbukti bersalah akibat kelalaiannya Falya meninggal dunia di Rumah Sakit Awal Bross pada 1 November 2015.
Tim Kuasa Hukum keluarga mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum ke PN Bekasi dan diputuskan bahwa Dokter Yenny dan Rumah Sakit Awal Bross terbukti lalai dan dinyatakan bersalah dihukum membayar kerugian sebesar Rp205.500.000
Rumah Sakit Awal Bross mengajukan banding dan Hakim Banding memutuskan bahwa membenarkan putusan PN Bekasi dan menyatakan NO (niet on vankelijke verklard) karena perkara belum disidang oleh Majelis Kehormatan Kedokteran.
keluarga almarhumah Falya melaporkan dokter berinisial YWA yang berpraktik di Rumah Sakit Awal Bros ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya. Keluarga menduga Falya menjadi korban malpraktik setelah dirawat di rumah sakit yang terletak di Jalan KH. Noer Ali.
Falya dirawat di rumah sakit mulai Rabu (28/10/2015). Dia meninggal di RS Awal Bros pada Minggu (1/11/2015). Keluarga mengatakan sebelum diberi antibiotik oleh dokter, Falya sudah mulai sehat. Keluarga Falya menduga pemberian antibiotik tersebut tidak sesuai prosedur.
Dokter YWA dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 359 KUHP dan UU Kesehatan yang mengakibatkan orang meninggal dunia. Nomor laporan Polda Metro Jaya LP/4829/X/2015/PMJ/Ditreskrimsus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Jaksa Agung Didesak Turun Tangan Seret Penyiram Air Keras Andrie Yunus ke Peradilan Umum
-
Terkuak! Korban Mutilasi di Serang Baru Ternyata Dibunuh karena Tolak Curi Mobil Majikan
-
PDIP-Demokrat Kompak Desak Prabowo Bentuk TGPF Kasus Air Keras Andrie Yunus
-
Ejek Donald Trump, Iran Serukan Persatuan Negara Arab untuk Usir Kekuatan AS dari Timur Tengah
-
Kondisi Terkini Andrie Yunus, Masih Berjuang Pulih di HCU RSCM
-
DPR Israel Sahkan RUU Bisa Hukum Mati Langsung Warga Palestina
-
Dugaan Aktor Besar di Balik Teror Air Keras Andrie Yunus, Desak Komnas HAM Bertindak
-
Kasus Andrie Yunus dan Kudeta Merayap: Eks BAIS Desak Presiden Copot Panglima TNI dan Kapolri
-
Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'
-
Dua Pria Suka Sama Suka Digerebek Warga di Tambora, Polisi: Tak Ada Tarif, Bukan Prostitusi Online