Suara.com - Setelah ceramah di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (3/2/2017), mantan Presiden yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan pengurus Yayasan Al Azhar.
Pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup di ruang pengurus yayasan.
Setelah pertemuan yang berlangsung cukup lama, Yudhoyono keluar dari ruangan. Yudhoyono didampingi oleh pengurus Yayasan Al Azhar, antara lain Sobirin dan Adhyaksa Dault -- mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era Yudhoyono.
Yudhoyono hanya melempar senyum kepada wartawan. Dia tidak bersedia memberikan pernyataan pers untuk mengklarifikasi berbagai isu panas yang terjadi akhir-akhir ini.
Dengan pengawalan ketat Paspampres, dia langsung menuju ke dalam mobil yang sudah menunggu di depan kantor pengurus Al Azhar.
Paspampres melarang wartawan untuk doorstop dengan Yudhoyono.
Sebelum mobil berjalan, Yudhoyono membuka jendela dan bercakap-cakap sebentar dengan mantan Menteri Sekretaris Negara era Yudhoyono, Hatta Rajasa.
Hatta Rajasa yang ikut pertemuan dengan mantan Presiden tadi tak mau menjelaskan tentang isi pertemuan. Dia juga tidak menjawab pertanyaan wartawan mengenai polemik yang muncul setelah sidang perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama yang buntutnya, antara lain bergulir isu penyadapan.
"Sebentar-sebentar," katanya sambil berjalan menuju mobilnya.
Lalu, Hatta masuk ke mobil. Sebelum menutup pintu mobil, dia mengatakan nanti akan bicara.
"Nanti kita ngobrol lagi," kata dia.
Adhyaksa mengatakan pertemuannya dengan Yudhoyono hanya kebetulan saja.
"Saya salat di sini, beliau salat di sini, jadi ketemu di sini," kata alumnus Al Azhar.
Adhyaksa mengatakan dalam pertemuan tadi merupakan silaturahmi, perkenalan pengurus, dan ada pembahasan tentang rencana Al Azhar menyelenggarakan acara seminar tentang pergerakan kaum muda.
Ketika ditanya mengenai apakah polemik yang muncul belakangan ini turut disinggung dalam pertemuan tersebut, Adhyaksa mengatakan bahwa Yudhoyono adalah orang cermat.
Berita Terkait
-
Mendedah Alasan Demokrat Putar Haluan Buka Pintu Pilkada Lewat DPRD
-
Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo
-
Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY
-
SBY: Matahari di Partai Demokrat Hanya Satu, Mas AHY
-
SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Salip London hingga Paris, Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026
-
KAI Catat 88 Ribu Penumpang Tinggalkan Jakarta Selama Libur Isra Mikraj
-
Pelaku Asusila di Bus Transjakarta Koridor 1A Diproses Hukum
-
Akses Terputus Sepekan, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Penanganan Longsor Jepara
-
Hujan Lebat dan Angin Kencang Bayangi Akhir Pekan Jakarta
-
Belajar dari Broken String Aurelie Moeremans: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Jerat Pelaku?
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah