Suara.com - Pengamat politik Bonie Hargens menilai sikap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang ditunjukkan ke publik akhir-akhir ini menunjukkan Yudhoyono mengalami post power syndrom.
"Saya kira itu secara psikologis bisa dijelaskan bahwa post power syndrome, salah satu cirinya adalah orang mulai kehilangan kemampuan untuk menerima kenyataan," kata Bonie di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/2/2017).
Menurut dia yang membuat hal itu terjadi karena Yudhoyono belum dapat menerima kenyataan bahwa dia sudah tak lagi menduduki posisi pucuk pimpinan pemerintah yang sebelumnya dijabat selama dua periode.
"Jadi dia masih berasa berkuasa, tapi faktanya nggak. Jadi berkuasa dalam khayalan. Ini sindromnya," kata Bonie.
Sikap Yudhoyono semakin menjadi sorotan publik setelah dia konferensi pers di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (2/11/2016). Ketika itu dia menyinggung berbagai kasus, di antaranya kasus dugaan penodaan agama yang menyeret nama Basuki Tjahaja Purnama yang harus direspon serius oleh polisi. Dari konferensi pers itu kemudian memunculkan istilah "lebaran kuda."
Pada Rabu (1/2/2017), Yudhoyono juga kembali melakukan konferensi pers di Wisma Proklamasi Jakarta. Salah satu isu yang dia sampaikan adalah kecurigaan bahwa pembicaraannya dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin telah disadap. Yudhoyono meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Presiden Joko Widodo menanggapi hal ini secara serius.
Selain itu, dia juga menyatakan keinginannya untuk berdialog langsung dengan Jokowi untuk mengklarifikasi berbagai isu yang dituduhkan kepada Yudhoyono.
Dan yang baru-baru ini terjadi adalah cuitan Yudhoyono yang melontarkan pertanyaan kepada Jokowi dan Tito di Twitter yang kemudian mengundang kehebohan di media sosial.
Pertanyaan Yudhoyono terkait haknya mendapatkan perlindungan setelah rumah barunya di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, didemo mahasiswa pada Senin (6/2/2017). "Saya bertanya kpd (kepada) Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak utk tinggal di negeri sendiri, dgn (dengan) hak asasi yg (yang) saya miliki?... Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kpd Allah Swt," tulis Yudhoyono.
Berita Terkait
-
Mengintip Sisi Personal Presiden dalam Buku Pak Beye dan Keluarganya
-
SBY Wanti-wanti Konflik Iran vs AS-Israel Merembet Jadi Perang Dunia III
-
AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana
-
Tinggalkan Istana Usai Pertemuan: AHY Antar SBY, Gibran Satu Mobil Bareng Jokowi
-
Momen Tiga Presiden Bersatu di Istana, Bahas Stabilitas dan Isu Global
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Ketua DPRD DKI: RDF Triliunan Rupiah Harus Jadi Solusi Permanen Sampah Jakarta
-
Antisipasi Penumpukan Pemudik, Pemerintah Lakukan Antisipasi Lalin Hingga Terapkan WFA
-
Target Zero Potholes, Ribuan Lubang di Jalur Pantura Dibenahi Sebelum Arus Mudik Lebaran
-
Muak dengan Pernyataan Nir-Empati, Piers Morgan Bentak Tokoh Radikal Israel
-
Dasco Pastikan DPR Bakal Resmikan RUU PPRT dan Hak Cipta Jadi Usul Inisiatif di Paripurna Besok
-
Total 291 Km, Ini Daftar 10 Tol Fungsional Mudik Lebaran 2026
-
Terungkap! Proses Rahasia Pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru Iran
-
Klarifikasi Iran soal Kondisi Mojtaba Khamenei, Dikabarkan Dibom Israel
-
TNI Masuk Fase Siaga 1, Masyarakat Khawatir Adanya Potensi Represi
-
Waspada Campak Jelang Lebaran: Mengapa Kasus Bisa Naik Saat Libur dan Seberapa Penting Vaksin MR?