Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono. (suara.com/Agung Shandy Lesmana)
Polisi sedang mendalami chat sex yang diduga dilakukan Ketua Yayasan Sahabat Cendana Firza Husein. Chat sex, rekaman percakapan, dan foto hot disebarkan melalui website Baladacintarizieq.com.
"Ya makanya kita nanti mau melihat chatting antara berdua itu kapan, jam berapa, itu kan bisa kita lihat," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Rabu (8/2/2017)
Argo merahasiakan cara memastikan apakah chat sex tersebut asli atau rekayasa.
"Wah itu nggak bisa kita sebutkan, itu polisi nanti bagian dari penyidikan kepolisian. Nanti ada upaya-upaya lain," kata dia.
Argo enggan menjawab ketika ditanya apakah polisi telah meminta data dari perusahaan penyelenggara jasa telekomunikasi untuk melacak histori nomor telepon yang dipakai untuk chat sex.
"Oh, kami nggak bisa ngomong, itu nggak bisa (dibeberkan)," kata dia
Sebelumnya polisi memberi sinyal akan mengonfrontir Firza dengan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab. Tapi, ketika ditanyakan lagi kapan itu dilakukan, Argo mengatakan masih menunggu perkembangan penydiikan.
"Ya kami tunggu (perkembangan dari penyidik) nanti," kata dia.
Sebelumnya, anggota pengacara Firza, Dahlia Zein, mengatakan polisi telah menyita dua telepon seluler kliennya
Ponsel yang pertama disita ketika Firza diciduk pada 2 Desember atau sebelum dia ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan pemufakatan makar. Ponsel yang kedua disita setelah polisi menjemput paksa Firza dari rumahnya di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, untuk diperiksa di Markas Korps Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok Jawa Barat, Selasa (31/1/2017).
"Firza kan punya HP dua, satu HP udah disita waktu kasus makar, terus yang lama diaktifin pas yang (penangkapan) kedua diambil," kata pengacara Firza, Dahlia Zein di Polda Metro Jaya, Senin (6/2/2017).
Dahlia memastikan bahwa di dalam ponsel kedua yang disita polisi tidak menyimpan rekaman suara, chat sex, dan foto-foto tak senonoh sebagaimana yang dituduhkan kepada Firza saat ini.
"Dan dipastikan nggak ada percakapan itu. Saya nggak ragu-ragu," kata dia.
Kasus rekaman suara, chat sex, dan foto-foto tak senonoh yang selama ini dianggap Firza dan Rizie sebagai fitnah, sekarang sudah masuk tahap penyidikan di Polda Metro Jaya.
Pengacara Firza meragukan hasil analisis penyidik dan ahli Polda Metro Jaya yang menyatakan barang bukti yang disita dari rumah Firza identik dengan barang yang tampak di foto tak senonoh itu.
Itu sebabnya, pengacara Firza berencana menghimpun tim ahli untuk membuat analisa tandingan.
"Saya dengan tim sedang kumpulkan bukti untuk ITE (Informasi Teknologi dan Elektronik) nya, karena ITE ini saya bukan ahlinya, kami lagi coba ke beberapa orang (ahli) untuk bantu pemeriksaan," kata Dahlia.
Dahlia mengatakan kedua ponsel hingga kini belum dikembalikan ke Firza.
"Iya masih disita. Jadi dasar kami enggak tahu dan berdasarkan gambar saja," kata dia.
"Ya makanya kita nanti mau melihat chatting antara berdua itu kapan, jam berapa, itu kan bisa kita lihat," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Rabu (8/2/2017)
Argo merahasiakan cara memastikan apakah chat sex tersebut asli atau rekayasa.
"Wah itu nggak bisa kita sebutkan, itu polisi nanti bagian dari penyidikan kepolisian. Nanti ada upaya-upaya lain," kata dia.
Argo enggan menjawab ketika ditanya apakah polisi telah meminta data dari perusahaan penyelenggara jasa telekomunikasi untuk melacak histori nomor telepon yang dipakai untuk chat sex.
"Oh, kami nggak bisa ngomong, itu nggak bisa (dibeberkan)," kata dia
Sebelumnya polisi memberi sinyal akan mengonfrontir Firza dengan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab. Tapi, ketika ditanyakan lagi kapan itu dilakukan, Argo mengatakan masih menunggu perkembangan penydiikan.
"Ya kami tunggu (perkembangan dari penyidik) nanti," kata dia.
Sebelumnya, anggota pengacara Firza, Dahlia Zein, mengatakan polisi telah menyita dua telepon seluler kliennya
Ponsel yang pertama disita ketika Firza diciduk pada 2 Desember atau sebelum dia ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan pemufakatan makar. Ponsel yang kedua disita setelah polisi menjemput paksa Firza dari rumahnya di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, untuk diperiksa di Markas Korps Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok Jawa Barat, Selasa (31/1/2017).
"Firza kan punya HP dua, satu HP udah disita waktu kasus makar, terus yang lama diaktifin pas yang (penangkapan) kedua diambil," kata pengacara Firza, Dahlia Zein di Polda Metro Jaya, Senin (6/2/2017).
Dahlia memastikan bahwa di dalam ponsel kedua yang disita polisi tidak menyimpan rekaman suara, chat sex, dan foto-foto tak senonoh sebagaimana yang dituduhkan kepada Firza saat ini.
"Dan dipastikan nggak ada percakapan itu. Saya nggak ragu-ragu," kata dia.
Kasus rekaman suara, chat sex, dan foto-foto tak senonoh yang selama ini dianggap Firza dan Rizie sebagai fitnah, sekarang sudah masuk tahap penyidikan di Polda Metro Jaya.
Pengacara Firza meragukan hasil analisis penyidik dan ahli Polda Metro Jaya yang menyatakan barang bukti yang disita dari rumah Firza identik dengan barang yang tampak di foto tak senonoh itu.
Itu sebabnya, pengacara Firza berencana menghimpun tim ahli untuk membuat analisa tandingan.
"Saya dengan tim sedang kumpulkan bukti untuk ITE (Informasi Teknologi dan Elektronik) nya, karena ITE ini saya bukan ahlinya, kami lagi coba ke beberapa orang (ahli) untuk bantu pemeriksaan," kata Dahlia.
Dahlia mengatakan kedua ponsel hingga kini belum dikembalikan ke Firza.
"Iya masih disita. Jadi dasar kami enggak tahu dan berdasarkan gambar saja," kata dia.
Tag
Komentar
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya