Ilustrasi kotak suara [suara.com/Adrian Mahakam]
Sebelum datang ke tempat pemungutan suara untuk memberikan hak pilih di pilkada Jakarta, Rabu (15/2/2017), sebaiknya ketahui dulu jenis barang apa saja yang tidak boleh dibawa.
"Dalam pemungutan suara, nanti pemilih tidak diperkenankan membawa kamera atau HP kamera ke bilik suara. Kalau ke TPS boleh tapi saat ke bilik suara akan ada petugas yang akan memeriksa," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta Sumarno di Markas Kodam Jaya, Jalan Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur, Senin (13/2/2017).
Sumarsono mengatakan petugas TPS sudah menyediakan tempat penitipan barang yang aman.
"Dan mohon HP-nya ditaruh dan dibilik suara tidak membawa apa-apa dan mencoblos pilihannya menggunakan alat coblos yang disiapkan. Begitu kelar HP-ya diambil lagi," kata dia.
Hal lain yang dilarang ketika berada di dalam bilik adalah merusak kertas suara dengan alasan apapun.
"Tidak boleh mencoblos dalam cara merobek salah satu paslon. Karena itu tidak sah dan menjadi perhatian," kata dia.
Setelah memberikan hak suara, warga diwajibkan untuk mencelupkan jari ke tinta sebagai tanda telah menggunakan hak pilih.
"Kemudian setelah pencoblosan sebelum keluar, yang bersangkutan wajib mencelupkan jarinya sampai kukunya masuk ke tinta. Ini untuk bukti yang bersangkutan telah memberikan suara dan tidak boleh memberikan suara di TPS lainnya. Ini sesuatu yang sangat penting," kata dia.
Ketua Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta Mimah Susanti mengatakan petugas telah melakukan sosialisasi, di antaranya dengan mengedarkan kertas berisi peraturan dalam menggunakan hak pilih di pemukiman warga.
"HP- nya akan diletakkan dulu di meja petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara). Sanksinya mereka tetap dapat menggunakan hak pilihnya, tapi HP-nya diletakkan di meja KPPS saat memilih. Mereka tidak boleh membawa ke dalam," kata Mimah.
Mimah mengungkapkan salah satu alasan pemilih dilarang membawa kamera atau ponsel ke dalam bilik adalah agar mereka tidak memotret kertas suara dan menyebarkan ke orang lain.
"Makanya, kan ini pencegahan. Nanti diperiksa oleh petugas. Ya kita percaya kepada petugas KPPS yang memeriksa itu, jangan sampai kecolongan. Prinsipnya kita percaya kepada petugas KPPS yang memeriksa para pemilih, dan pemilih pun jangan dengan sengaja menyembunyikan HP-nya agar dia bisa memfoto atau menggunakan itu untuk diberikan kepada pihak lain. Jadi yang ini kita kedepankan pencegahannya daripada penindakan," kata dia.
Pilkada Jakarta tinggal tiga hari lagi.
Tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur mengikuti bursa pilkada. Pertama, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN. Kedua, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang mendapat dukungan dari PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai Nasdem.
Ketiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.
"Dalam pemungutan suara, nanti pemilih tidak diperkenankan membawa kamera atau HP kamera ke bilik suara. Kalau ke TPS boleh tapi saat ke bilik suara akan ada petugas yang akan memeriksa," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta Sumarno di Markas Kodam Jaya, Jalan Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur, Senin (13/2/2017).
Sumarsono mengatakan petugas TPS sudah menyediakan tempat penitipan barang yang aman.
"Dan mohon HP-nya ditaruh dan dibilik suara tidak membawa apa-apa dan mencoblos pilihannya menggunakan alat coblos yang disiapkan. Begitu kelar HP-ya diambil lagi," kata dia.
Hal lain yang dilarang ketika berada di dalam bilik adalah merusak kertas suara dengan alasan apapun.
"Tidak boleh mencoblos dalam cara merobek salah satu paslon. Karena itu tidak sah dan menjadi perhatian," kata dia.
Setelah memberikan hak suara, warga diwajibkan untuk mencelupkan jari ke tinta sebagai tanda telah menggunakan hak pilih.
"Kemudian setelah pencoblosan sebelum keluar, yang bersangkutan wajib mencelupkan jarinya sampai kukunya masuk ke tinta. Ini untuk bukti yang bersangkutan telah memberikan suara dan tidak boleh memberikan suara di TPS lainnya. Ini sesuatu yang sangat penting," kata dia.
Ketua Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta Mimah Susanti mengatakan petugas telah melakukan sosialisasi, di antaranya dengan mengedarkan kertas berisi peraturan dalam menggunakan hak pilih di pemukiman warga.
"HP- nya akan diletakkan dulu di meja petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara). Sanksinya mereka tetap dapat menggunakan hak pilihnya, tapi HP-nya diletakkan di meja KPPS saat memilih. Mereka tidak boleh membawa ke dalam," kata Mimah.
Mimah mengungkapkan salah satu alasan pemilih dilarang membawa kamera atau ponsel ke dalam bilik adalah agar mereka tidak memotret kertas suara dan menyebarkan ke orang lain.
"Makanya, kan ini pencegahan. Nanti diperiksa oleh petugas. Ya kita percaya kepada petugas KPPS yang memeriksa itu, jangan sampai kecolongan. Prinsipnya kita percaya kepada petugas KPPS yang memeriksa para pemilih, dan pemilih pun jangan dengan sengaja menyembunyikan HP-nya agar dia bisa memfoto atau menggunakan itu untuk diberikan kepada pihak lain. Jadi yang ini kita kedepankan pencegahannya daripada penindakan," kata dia.
Pilkada Jakarta tinggal tiga hari lagi.
Tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur mengikuti bursa pilkada. Pertama, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN. Kedua, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang mendapat dukungan dari PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai Nasdem.
Ketiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?
-
Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan
-
Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!
-
Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik
-
Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China
-
Mudik Lebaran 2026, KAI Sebut 300 Ribu Tiket Kereta Masih Tersedia
-
Bareskrim Bongkar Peredaran 14 Ton Daging Domba Australia Kedaluwarsa di Jakarta-Tangerang
-
Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!
-
Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi
-
Momen Anwar Usman Bacakan Putusan MK Terakhir, Sampaikan Permohonan Maaf dan Pamit Jelang Pensiun
-
Rapper Bobby Vylan Teriakan Kematian untuk Tentara Israel di London, Komunitas Yahudi Ketar-ketir
-
Ledakan Dahsyat di UEA! Rudal Iran Hancurkan Gudang Peluru AS di Al Dhafra
-
Brutal! Rudal Israel Serang Gaza: 13 Orang Tewas, Termasuk Anak-anak dan Ibu Hamil
-
Di Balik Ramainya Mudik Lebaran, Ada Porter yang Hanya Bisa Pulang Sehari