Suara.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyebut adanya persekongkolan jahat untuk menutupi kasus meninggalnya aktivis Munir Said Thalib.
Hal ini menyusul adanya pembatalan putusan Komisi Informasi Pusat (KIP) bahwa dokumen Hasil Penyelidikan Tim Pencari Fakta Meninggalnya Munir merupakan informasi publik.
"Ini persekongkolan jahat untuk menutupi kasus Munir. Kami curiga ada upaya pembohongan negara untuk melindungi pelanggar hak asasi," ujar Koordinator Bidang Advokasi KontraS Yati Andriyani dalam pers di Kantor KontraS, Kramat, Jakarta, Sabtu (18/2/2017).
Ia juga menilai adanya pembohongan yang sangat terbuka yang dilakukan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara. Pasalnya dokumen TPF Munir sudah diserahkan kepada pemerintah secara resmi, melalui mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada 24 Juni 2005.
"Pak SBY sudah memulihkan kewajiban dengan mengirimkan kembali ke dokumen Sekneg. Tidak ada keraguan dokumen di Sekneg. Majelis Hakim telah melanggar sejumlah prosedur, kita punya bukti tapi tidak dijadikan bahan pertimbangan,"tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pembelaan Hak Sipil dan politik KontraS Putri Kanesi mengatakan akan mengajukan kasasi, atas putusan PTUN Jakarta Timur terkait pembatalan putusan KIP yang meminta pemerintah memublikasikan investigasi tim pencari fakta kasus meninggalnya Munir.
"Terhitung kemarin Kami baru saja mendapatkan salinan putusan dari Majelis Hakim PTUN. Dan dalam waktu 14 hari kerja kami akan mengajukan kasasi ke MA. Karena Menurut kami ini memang upaya hukum yang masih bisa kami lakukan. Untuk waktunya kami akan agendakan minggu depan, "paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Heboh Keluhan Warga Diwajibkan Bayar Infaq Lewat BAZNAS DKI, Pramono: Tak Boleh Ada Pemaksaan!
-
Angka Perkawinan Anak Turun ke 5,9 Persen, Pemerintah Soroti 380 Ribu Nikah Tak Tercatat
-
Dituntut 2 Tahun Penjara Terkait Demo Agustus, Syahdan Husein Soroti Kasus Aparat Bunuh Anak di Tual
-
Gus Ipul Bocorkan Rencana Kemensos untuk Jangkau Ratusan Ribu Lansia dapat MBG Tahun Ini
-
KPK Ungkap Modus Budiman Bayu Sembunyikan Uang Gratifikasi Rp5,19 Miliar
-
KPK Ungkap Kasus Korupsi Bea Cukai Pengaruhi Maraknya Rokok Ilegal
-
Terungkap! Ini Alasan KPK Langsung Tangkap Kasi Intel Cukai
-
Demo di Mabes Polri, Mahasiswa UI Sindir Polisi Berpeci dan Berkerudung: Tak Bisa Pikat Hati Kami!
-
Ratusan Mahasiswa UI dan UPNVJ Mulai Datang! 'Polisi Pembunuh' Menggema di Depan Mabes Polri
-
Seskab Teddy Bantah Keras Isu MBG Habiskan Anggaran Pendidikan: Narasi Keliru!