iwan bopeng
Wakil gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku tidak mengenal Fredy Tuhenay alias Iwan Bopeng. Iwan Bopeng merupakan tokoh masyarakat yang marah-marah di tempat pemungutan suara nomor 27, Jakarta Timur, untuk membela warga yang tak dapat memberikan hak pilih dan keceplosan kata "potong tentara."
"Ndak tahu saya (Iwan Bopeng). Saya tahunya Iwan lain," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/2/2017).
Djarot menyarankan jurnalis untuk mencari tahu siapa sesungguhnya Iwan Bopeng.
"Ricuh gimana? Coba dicek saja siapa itu. Apa betul timses kita atau tidak. Aku nggak ngerti, ndak lihat (video) itu," kata Djarot.
Dalam video tersebut Iwan Bopeng mengenakan kemeja kotak-kotak khas pendukung Ahok-Djarot. Dia marah di depan petugas TPS dan disaksikan banyak warga. Dia bersikap demikian karena protes ada warga yang tidak bisa memberikan hak pilih lantaran dianggap tidak memenuhi persyaratan.
"Mengapa kita tidak bisa fleksibel. Ini haknya beliau (sambil menunjuk ke warga), kalau kalian nggak bisa fleksibel, saya perkarakan ini. Jelas saya perkarakan," kata Iwan Bopeng, Rabu (15/2/2017).
Setelah mengancam memperkarakan petugas, dia mengucapkan kalimat yang sekarang menjadi heboh.
"Siapa tuh anak kecil tadi hey, tentara gue potong di sini, apalagi elu ye..." katanya.
Setelah itu, beberapa orang terlihat menenangkannya.
Ucapan Iwan Bopeng ternyata mendapat reaksi keras dari prajurit TNI. Sebagian prajurit tersinggung dan marah besar. Mereka tidak terima dengan ucapan Iwan Bopeng. Iwan Bopeng pun dicari-cari.
Sebelumnya, tim sukses Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot, Merry Hotma, menegaskan Iwan Bopeng bukan anggota tim sukses calon petahana.
"Saya belum mendalami itu ya mas. Yang pasti dia bukan tim pemenangan. Dia (Iwan Bopeng) bukan timses. Dia nggak terdaftar di timses Badja (Basuki - Djarot)," ujar Merry Hotma kepada Suara.com, Senin (20/2/2017).
Namun, Merry Hotma belum dapat memastikan apakah Iwan Bopeng merupakan kader partai pengusung Ahok - Djarot.
"Itu yang aku belum tahu (Iwan kader parpol atau bukan). Kepastiannya belum tahu. Kalau persisnya kenapa saya kurang begitu mendalami, karena saya kerja di lapangan mengurusi laporan di TPS," kata dia.
Belakangan, Iwan Bopeng mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada tentara.
"Ndak tahu saya (Iwan Bopeng). Saya tahunya Iwan lain," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/2/2017).
Djarot menyarankan jurnalis untuk mencari tahu siapa sesungguhnya Iwan Bopeng.
"Ricuh gimana? Coba dicek saja siapa itu. Apa betul timses kita atau tidak. Aku nggak ngerti, ndak lihat (video) itu," kata Djarot.
Dalam video tersebut Iwan Bopeng mengenakan kemeja kotak-kotak khas pendukung Ahok-Djarot. Dia marah di depan petugas TPS dan disaksikan banyak warga. Dia bersikap demikian karena protes ada warga yang tidak bisa memberikan hak pilih lantaran dianggap tidak memenuhi persyaratan.
"Mengapa kita tidak bisa fleksibel. Ini haknya beliau (sambil menunjuk ke warga), kalau kalian nggak bisa fleksibel, saya perkarakan ini. Jelas saya perkarakan," kata Iwan Bopeng, Rabu (15/2/2017).
Setelah mengancam memperkarakan petugas, dia mengucapkan kalimat yang sekarang menjadi heboh.
"Siapa tuh anak kecil tadi hey, tentara gue potong di sini, apalagi elu ye..." katanya.
Setelah itu, beberapa orang terlihat menenangkannya.
Ucapan Iwan Bopeng ternyata mendapat reaksi keras dari prajurit TNI. Sebagian prajurit tersinggung dan marah besar. Mereka tidak terima dengan ucapan Iwan Bopeng. Iwan Bopeng pun dicari-cari.
Sebelumnya, tim sukses Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot, Merry Hotma, menegaskan Iwan Bopeng bukan anggota tim sukses calon petahana.
"Saya belum mendalami itu ya mas. Yang pasti dia bukan tim pemenangan. Dia (Iwan Bopeng) bukan timses. Dia nggak terdaftar di timses Badja (Basuki - Djarot)," ujar Merry Hotma kepada Suara.com, Senin (20/2/2017).
Namun, Merry Hotma belum dapat memastikan apakah Iwan Bopeng merupakan kader partai pengusung Ahok - Djarot.
"Itu yang aku belum tahu (Iwan kader parpol atau bukan). Kepastiannya belum tahu. Kalau persisnya kenapa saya kurang begitu mendalami, karena saya kerja di lapangan mengurusi laporan di TPS," kata dia.
Belakangan, Iwan Bopeng mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada tentara.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu
-
Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya