Suara.com - Habib Rizieq Shihab tetap menghormati sikap tim pengacara terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menolak Rizieq menjadi saksi ahli agama saksi ahli agama dalam kasus penodaan agama, hari ini.
"Itu hak mereka, kami harus hormati. Jadi pengacara punya hak menerima atau menolak saksi ahli," kata Rizieq usai dimintai keterangan dalam persidangan kasus Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.
Rizieq dimintai keterangan majelis hakim selama lebih dari dua jam. Di persidangan, pimpinan Front Pembela Islam memberikan bukti tambahan kepada majelis hakim.
Bukti yang diberikan Rizieq berupa rekaman video ketika Ahok diwawancara media asing. Bukti tersebut dimaksudkan untuk meyakinkan majelis hakim bahwa Ahok tidak menyesal perbuatannya.
"Jadi yang saya kasih ke majelis hakim ada tambahan bukti yaitu rekaman wawancara terdakwa dengan TV Al Jazeera yang menyatakan yang bersangkutan tidak menyesal, tidak jera, tidak kapok untuk mengurangi perkataannya di Kepulauan Seribu," kata dia.
Bukti lain yang diserahkan Rizieq berupa video Ahok ketika bercanda dalam rapat.
"Kedua, rekaman rapat terdakwa di Pemprov DKI Jakarta yang mengolok-olok Al Maidah. Ia mengatakan mau bikin wifi namanya Al Maidah, password-nya kafir dan sebagainya," kata dia.
Dia menilai pernyataan Ahok tersebut, meskipun mungkin guyonan, menunjukkan bahwa Ahok tidak menyesali perbuatan. Itu sebabnya, Rizieq meminta majelis hakim segera menahan Ahok karena berpotensi untuk mengulangi perbuatan yang dapat memunculkan konflik.
"Saya sampaikan ke majelis hakim karena terdakwa terus menerus mengulangi kesalahan, menodai agama, menghina Al Maidah, ulama. Jadi saya minta majelis hakim segera menahan terdakwa karena sudah berulang kali. Itu saja nggak perlu kita ingatkan," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Nyawa Melayang karena Rp10 Ribu, Cak Imin Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Jadi 'Cambuk'
-
Nama Gubernur Khofifah Muncul di Sidang Korupsi Dana Hibah, Akan Jadi Saksi Besok
-
Memanas! Jet Tempur AS Tembak Jatuh Drone Iran yang Incar Kapal Induk USS Abraham Lincoln
-
Prakiraan Cuaca Jawa Barat 4 Februari 2026: BMKG Prediksi Hujan Siang Hari
-
Baru Dibuka, 22.494 Tiket Kereta H-1 Lebaran dari Jakarta Ludes Terjual
-
Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!
-
Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan
-
Megawati di Forum Abu Dhabi: Perempuan Tak Perlu Dilema Pilih Karier atau Keluarga
-
Kemenag Nilai Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, PRPP Jadi Lokasi Unggulan
-
Polda Bongkar Bukti CCTV! Pastikan Tak Ada Rekayasa BAP Kasus Penganiayaan di Polsek Cilandak