News / Metropolitan
Jum'at, 03 Maret 2017 | 00:53 WIB
Titiek Soeharto (tengah) didampingi Ketua Panitia Pengarah Munaslub Partai Golkar Nurdin Halid (kiri) berbincang dengan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung. (Antara)

Suara.com - Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golongan Karya (Golkar) Siti Hediati Hariadi menegaskan, tetap tidak mau mengikuti keputusan partainya untuk mendukung Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot).

Siti yang akrab disapa Titiek Soeharto itu mengungkapkan, dirinya tetap memilih memberikan dukungan kepada pasangan kandidat nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) pada putaran kedua pemilihan kepala daerah (pilkada), April 2017.

Mantan istri Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto ini berkukuh tidak bersalah, meski keputusan politiknya bersebrangan dengan Partai Golkar.

"Saya tidak bersalah. Saya juga tidak melanggar. Saya menentukan pilihan pribadi, dan sudah diputuskan bahwa akan memilih pasangan kandidat pemimpin yang menurut agama saya baik,” tukas Titiek, Kamis (2/3/2017).

Titiek memunyai alasan kuat untuk berkukuh tidak bersalah dan melanggar aturan partai. Pertama, dirinya tidak mengampanyekan Anies-Sandi secara terbuka kepada kader-kader Partai Golkar.

Kedua, kata dia, pernyataan mendukung Anies Sandi dilakukan tanpa menyertakan atribut apa pun partai berlambang pohon beringin tersebut.

Titiek menuturkan, sikap seperti itu bukan kali pertama terjadi di Partai Golkar. Ia memisalkan petinggi Partai Golkar Agung Laksono yang berseberangan dengan keputusan partai pada masa Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2014.

"Kok sekarang saya dipersoalkan? Kalau partai ingin memanggil saya, ya panggil saja. Saya tidak memunyai maksud apa-apa. Saya menentukan atas dasar ketetapan hati dan sebagai orang Islam,” tandasnya. 

Baca Juga: Sheila Gandeng Ressa Herlambang Tembangkan Lagu Cinta

Load More