Suara.com - Pihak kepolisian akan mengantisipasi isu SARA yang muncul di tengah masyarakat menjelang pelaksanaaan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua pada 19 April 2017. Hal itu dilakukan menyusul adanya pemasangan spanduk melarang mendoakan jenazah pendukung dan pembela penista agama di beberapa masjid di Jakarta.
"Intinya kalau ada yang seperti itu kami upayakan diturunkan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono kepada Suara.com, Jumat (3/3/2017).
Argo juga memastikan akan memperkuat koordinasi dengan lembaga terkait, agar isu-isu yang bermuatan agama tidak digunakan ketika putaran kedua di mulai.
"Kami koordinasi dengan semua instansi masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran," katanya.
Terkait soal adanya kelompok-kelompok yang diduga menggerakan pemasangan spanduk tersebut. Polisi, kata Argo belum mendapatkan laporan. Dia juga mengatakan apabila pemasangan spanduk tersebut masuk kategori pelanggaran pemilu maka pihaknya akan menunggu laporan dari Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta.
"Kalau itu masuk ke ranah Pilkada, ya kami tunggu dari Bawaslu. Aturannya kan gitu kalau itu masuknya ke Undang-Undang Pilkada," katanya.
Dia juga menyarankan agar masyarakat yang merasa terganggu dengan pemasangan spanduk tersebut untuk bisa segera melaporkan.
"Kalau UU Pilkada kan bisa melaporkan Panwas. Kami manfaatkan Panwas lah. Kan udah UU yang mengaturnya. Jadi masyarakat bisa tau, kalau ada pelanggaran Pilkada bisa laporkan ke Panwas biar ada peranan di situ," kata dia.
Belakangan diketahui, pemasangan spanduk yang di antaranya ditemukan di Masjid Al-Jihad, Gang BB, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan berhubungan dengan kasus penodaan agama yang menjerat Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Merebaknya spanduk-spanduk tersebut, Satpol PP DKI Jakarta juga telah menertibkannya.
Baca Juga: Ahok Ngaku Pernah Disebut sebagai Gubernur Paling Brengsek
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo