Seorang warga Pondok Rangon, Cibubur, Jakarta Timur, memamerkan keahliannya kepada Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)
Di tengah acara penyampaian surat pemberitahuan pajak terhutang pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan tahun 2017 kepada wajib pajak, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bercerita tentang seorang pengusaha. Pengusaha tersebut adalah teman Ahok.
"Saya punya teman, dia bilang 'kamu tahu nggak Hok, yang paling brengsek jadi gubernur di Jakarta itu kamu'," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/3/2017).
Mengapa pengusaha tersebut menyebut Ahok sebagai gubernur paling brengsek di Jakarta? Soalnya, semenjak Ahok menjadi gubernur, peraturan di Jakarta menjadi sangat ketat dan semua pengusaha harus menaatinya.
Setiap perusahaan atau pengembang ingin menaikan koefisien lantai bangunan harus dibebankan dengan biaya kontribusi tambahan yang ditentukan oleh pemerintah Jakarta. Sedangkan pada masa gubenur terdahulu, kata Ahok, pengembang lebih mudah karena punya peluang menyogok oknum.
"Kata teman saya, dulu mau naikin gedung tinggal nyogok, kasih uang berapa puluh miliar selesai. Sama kamu dibuat sumbangan resmi kontribusi tambahan Rp170 miliar. Kurang ajar," kata Ahok.
Ahok tidak menerangkan kontribusi apa saja yang dibebankan ke temannya. Dia hanya bercerita bahwa temannya merasakan perubahan kebijakan selama Jakarta dipimpin Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.
"Dulu Rp20 miliar selesai urusan gedung begitu cepat (dengan cara menyogok). Sama kamu, anak buah kamu lambat-lambatin, mau minta duit takut dipecat," kata Ahok.
"Saya punya teman, dia bilang 'kamu tahu nggak Hok, yang paling brengsek jadi gubernur di Jakarta itu kamu'," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/3/2017).
Mengapa pengusaha tersebut menyebut Ahok sebagai gubernur paling brengsek di Jakarta? Soalnya, semenjak Ahok menjadi gubernur, peraturan di Jakarta menjadi sangat ketat dan semua pengusaha harus menaatinya.
Setiap perusahaan atau pengembang ingin menaikan koefisien lantai bangunan harus dibebankan dengan biaya kontribusi tambahan yang ditentukan oleh pemerintah Jakarta. Sedangkan pada masa gubenur terdahulu, kata Ahok, pengembang lebih mudah karena punya peluang menyogok oknum.
"Kata teman saya, dulu mau naikin gedung tinggal nyogok, kasih uang berapa puluh miliar selesai. Sama kamu dibuat sumbangan resmi kontribusi tambahan Rp170 miliar. Kurang ajar," kata Ahok.
Ahok tidak menerangkan kontribusi apa saja yang dibebankan ke temannya. Dia hanya bercerita bahwa temannya merasakan perubahan kebijakan selama Jakarta dipimpin Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.
"Dulu Rp20 miliar selesai urusan gedung begitu cepat (dengan cara menyogok). Sama kamu, anak buah kamu lambat-lambatin, mau minta duit takut dipecat," kata Ahok.
Komentar
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Perjalanan Menuju Candi Prambanan, Prabowo dan PM Narendra Modi Satu Helikopter
-
Asal-usul Isi Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut Raja Juli, Ternyata Hasil 'Peras' 914 Petani KUD
-
3 Pekerja Daycare Little Aresha Masih Jadi Saksi, Akankah Menyusul Jadi Tersangka?
-
Kenaikan Tarif Transjakarta Hanya Sasar Warga Mampu, 15 Golongan Tetap Gratis
-
Alarm Jelang MPLS, Mayoritas Kepala Sekolah Rakyat Belum Siap Jalankan Tahun Ajaran Baru
-
Tugasnya Hanya Melambaikan Bendera, 1.000 Siswa Dikerahkan Sambut Prabowo-Modi di Yogyakarta
-
Istri Menteri PU Ikut ke NY Pakai Paspor Diplomatik, Ini Bedanya dengan Paspor Dinas dan Biasa
-
Marak Pencurian Besi Lagi di Jakarta, Pramono Ancam Cabut KJP hingga Tak Cairkan Bansos Pelaku
-
Terpaksa Harus Naik, Biaya Haji 2027 Diusulkan Jadi Rp107 Juta
-
Siasat Licik Pengedar Sabu di Bekasi: Sembunyikan Barang Haram dalam Bungkus Pakan Burung