Suara.com - Persamuhan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Azizal-Saud dengan Presiden Joko Widodo serta Ibu Negara Iriana, ternyata diikuti kabar tak sedap. Sang Raja dirumorkan memberikan hadiah mewah kepada Iriana, berupa perhiasan emas dan berlian.
Pihak Istana lantas bereaksi atas kabar tersebut. Sekretaris Kabinet Pramono Anung membantah kebenaran kabar tersebut.
"Tidak pernah ada pemberian cendera mata itu (emas dan berlian untuk Ibu Negara Iriana)," kata Pramono, seusai rapat terbatas di kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/3/2017).
Pramono mengungkapkan, rumor tersebut sebenarnya telah beredar di media-media sosial sebelum kedatangan Raja Salman ke Indonesia. Karenanya, ia mengklaim kabar tersebut bohong alias hoax.
Selain itu, ia juga menegaskan tidak ada acara resmi serah terima hadiah dari Raja Salman kepada Presiden Jokowi atau Ibu Negara Iriana .
”Pemberian hadiah juga tidak ada dalam tradisi pemerintahan Presiden Jokowi. Dalam jadwal kunjungan Raja Salman juga tak ada agenda seperti itu," tandasnya.
Untuk diketahui, sempat santer beredar isu di jejaring media sosial Facebook dan laman berbagai video Youtube mengenai Raja Salman memberikan hadiah berupa perhiasan emas dan berlian untuk Iriana.
Berita Terkait
-
Jokowi: Pembangunan Harus Berdampak Pada Upaya Atasi Kesenjangan
-
Jokowi: Infrastruktur Pelabuhan Merak dan Bakauheni Diperbaiki
-
Menpar Akui Manfaatkan Raja Salman untuk Promosi Wisata Bali
-
Bule Tetap Pakai Bikini di Pantai Sekitar Hotel Raja Salman
-
Misbakhun Ajak Masyarakat Karangjati Anyar Pilih Jokowi di 2019
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba