Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Baung dan Kampung Keluarga Bencana di RT 05 RW 2, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan Kamis (23/2/2017). (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)
Sampai sekarang, Partai Kebangkitan Bangsa belum mendeklarasikan sikap politik di pemilihan kepala daerah Jakarta periode 2017-2022 putaran kedua.
Publik menunggu-nunggu sikap partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar, apakah mereka akan mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat atau Anies Baswedan - Sandiaga Uno.
Beberapa waktu yang lalu, anggota DPRD DKI Jakarta yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKB Hasbiallah Ilyas mendampingi Ahok meninjau proyek pembangunan Masjid Raya Jakarta, Daan Mogot, Jakarta Barat. Peristiwa itu pun menjadi tanda tanya.
Apakah hal tersebut merupakan sinyalemen PKB akan mendukung pasangan Ahok dan Djarot?
"Kunjungan ini nggak ada urusan arah mengarah (dukungan). Lihat saja nanti. Ini kami kapasitas sebagai anggota dewan saja melihat masjid yang sedang dibangun," ujar Hasbiallah.
Hasbiallah tidak mau berspekulasi dan dia meminta jurnalis untuk menunggu keputusan resmi PKB.
"Ke sini kapasitas sebagai dewan melihat masjid. Lihat saja nanti (mendukung siapa). Lihat nantilah," kata Hasbiallah.
Di pilkada putaran pertama, PKB merupakan pengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Setelah pasangan tersebut kalah, empat partai pengusung, PKB, Demokrat, PAN, dan PPP menjadi rebutan dua pasangan yang lolos ke putaran kedua.
Beberapa waktu yang lalu, anggota DPRD DKI Jakarta yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKB Hasbiallah Ilyas mendampingi Ahok meninjau proyek pembangunan Masjid Raya Jakarta, Daan Mogot, Jakarta Barat. Peristiwa itu pun menjadi tanda tanya.
Apakah hal tersebut merupakan sinyalemen PKB akan mendukung pasangan Ahok dan Djarot?
"Kunjungan ini nggak ada urusan arah mengarah (dukungan). Lihat saja nanti. Ini kami kapasitas sebagai anggota dewan saja melihat masjid yang sedang dibangun," ujar Hasbiallah.
Hasbiallah tidak mau berspekulasi dan dia meminta jurnalis untuk menunggu keputusan resmi PKB.
"Ke sini kapasitas sebagai dewan melihat masjid. Lihat saja nanti (mendukung siapa). Lihat nantilah," kata Hasbiallah.
Di pilkada putaran pertama, PKB merupakan pengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Setelah pasangan tersebut kalah, empat partai pengusung, PKB, Demokrat, PAN, dan PPP menjadi rebutan dua pasangan yang lolos ke putaran kedua.
Komentar
Berita Terkait
-
Ahok Puji Keberanian Pandji Pragiwaksono di Mens Rea: Gila, Nekat Banget
-
Air Laut Nyaris Sejajar Tanggul Pantai Mutiara, Bisa Bikin Monas Kebanjiran?
-
Ojol Tewas, Ahok Sebut DPR Takut: Kenapa Tidak Berani Terima Orang Demo?
-
Ahok Ikut Komentar Soal Kenaikan Gaji Anggota DPR: Mau Rp1 Miliar Sebulan Oke
-
Ahok Tak Masalah kalau Gaji Anggota DPR Rp1 Miliar Sebulan, Tapi Tantang Transparansi Anggaran
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu