Suara.com - Kapolsek Dramaga, Polres Bogor Kabupaten, AKP Budi Santoso menyebutkan, sebelum terlibat bentrok di Terminal Laladon, pada Rabu (22/3/2017), ratusan pengendara ojek online mendapat pengawalan dari aparat kepolisian saat melakukan konvoi.
Budi menyebutkan, sekitar pukul 15.00 WIB pihaknya mendapat laporan dari masyarakat ada kelompok sopir angkot berkumpul di depan Duta Berlian Jl Raya Dramaga.
"Mereka bergerombol membawa batu dan kayu, infonya mau menyisir ojek online," kata Budi.
Mendengar informasi tersebut, secara bersamaan pihaknya juga menerima laporan ada ojek online yang berkumpul di sejumlah titik di wilayah Dramaga seperti di Ciherang, Babakan, dan Laladon, estimasi massa berjumlah 300 orang yang hendak datang ke Duta Berlian.
"Karena ini wilayah perbatasan, kami melakukan antisipasi menemui pengendara ojek online menanyakan perihal mereka berkumpul," kata Budi.
Dari keterangan pengendara ojek online, lanjut Budi, mereka ingin dipertemukan dengan Wali Kota Bogor untuk mempertanyakan perihal kecelakaan yang dialami pengendara ojek online pada Senin (20/3), sekaligus perihal angkutan.
"Mereka meminta untuk dikawal sampai ke Balai Kota," kata Budi.
Terkait hal itu, lajut Budi, pihaknya lalu mengontak Kapolsek Bogor Tengah yang menjadi teritorial tempat Balai Kota untuk mengkoordinasikan pergerakan pengendara ojek online.
"Rombongan ojek online ini mendapat pengawalan dari Kanit Patroli dan Kanit Reskrim ke Balai Kota," ujarnya.
Baca Juga: Gara-gara Foto Hoax, Sopir Bogor Mogok Kerja
Di tengah jalan tepatnya di wilayah perbatasan depan Terminal Bubulak terjadi pelemparan. Sehingga memicu kebringasan massa ojek online yang berjumlah mencapai ratusan.
Terjadi aksi pelemparan menggunakan batu, hingga kejar-kejaran sampai di Terminal Laladon. Massa ojek melempari kaca angkot yang sedang parkir hingga rusak.
"Kami berkoordinasi dengan jajaran Polsek Ciomas, dan Polresta Bogor karena wilayah berada di teritorial keduanya," kata Budi.
Sementara itu, menurut Rizal (30) sopir angkot Leuwiliang, masa ojek online yang beringas menyerang angkotnya terlebih dahulu, merusak kaca spionnya hingga tidak berfungsi.
"Mobil saya dulu yang dirusak, lalu menyerang angkot yang lainnya," kata Rizal.
Menurut Rizal, saat kejadian dirinya sedang ngetem nunggu penumpang. Tiba-tiba massa ojek online datang melakukan penyerangan melepar batu dan kayu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah