Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengumumkan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61,72 km, khususnya seksi dua hingga enam sepanjang 42,1 km dipastikan bisa digunakan secara gratis oleh pemudik angkutan Lebaran 2017.
Secara keseluruhan progres ruas tol ini sudah 75 persen, kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Meskipun demikian, sebagian besar ruas tol yakni sepanjang 42,1 km mulai dari Kualanamu - Perbarakan hingga Sei Rampah, seksi dua hingga enam, akan bisa fungsional untuk memperlancar arus mudik Lebaran pada Juli 2017.
Nantinya pemudik yang turun di Bandara Kualanamu menuju Tebing Tinggi, kata Basuki, bisa langsung masuk tol tanpa dikenakan tarif dan keluar di Sei Rampah. Sementara pemudik dari arah Medan masuk di simpang susun Lubuk Pakam.
Demikian juga masyarakat dari Tebing Tinggi yang menuju bandara dan Medan bisa menggunakan tol ini mulai dari Sei Rampah keluar di Kualanamu.
Dengan dibukanya tol tersebut, lanjut Basuki, kendaraan akan terhindar beberapa titik kemacetan di jalan nasional seperti di Lubuk Pakam, Perbaungan dan Pasar Bengkel.
Pada hari biasa, perjalanan dari Medan - Kualanamu dengan jarak sekitar 75 km ditempuh dalam waktu tiga jam dan diharapkan dengan selesainya tol, akan mempercepat waktu tempuh menjadi satu jam saja.
Pembangunan jalan tol Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi menggunakan alokasi dana APBN dan investasi Badan Usaha Jalan Tol ( BUJT) PT Jasamarga Kualanamu Tol (JMKT).
Dukungan APBN sebesar Rp1,4 triliun terdiri dari 90 persen pinjaman Tiongkok dan 10 persen rupiah murni bertujuan untuk meningkatkan kelayakan finansial ruas tol ini.
Dana tersebut digunakan untuk konstruksi seksi satu Simpang Tanjung Morawa - Simpang Perbarakan (7,5 km) dan seksi dua Simpang Perbarakan - Kualanamu (7,05 km) dengan panjang total 14,55 km.
Progres konstruksi fisiknya saat ini sudah 51 persen di seksi satu dan 81 persen di seksi dua 2. Sementara untuk pengadaan lahan pada ruas tol yang dikerjakan pemerintah ini sudah mencapai 99,03 persen dan hanya tersisa dua persil lahan.
Penyelesaian lahan akan menggunakan konsinyasi di pengadilan sehingga ditargetkan Juli 2017 selesai.
Sementara PT. JMKT mengerjakan konstruksi pada seksi 1a di Tanjung Morawa (3,5 km) dan seksi 3-seksi 7 dari Simpang Perbarakan hingga Tebing Tinggi sepanjang 47,17 km dengan biaya Rp4,1 triliun.
Nantinya setelah rampung keseluruhan, PT. JMKT akan mengoperasikan ruas tol Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi termasuk yang dibangun pemerintah.
Proyek pembangunan Jalan Tol Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi sepanjang 61,72 km terbagi menjadi tujuh seksi. Dari total panjang jalan tersebut, seksi satu sampai seksi enam sepanjang 52,85 km dari Tanjung Morawa hingga Sei Rampah ditargetkan selesai akhir 2017.
Sementara seksi tujuh Sei Rampah - Tebing Tinggi akan selesai April 2018 karena masih terkendala pengadaan lahan yang melewati kawasan permukiman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM