Suara.com - Calon Gubernur Jakarta 2017 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadiri acara perayaan ulang tahun ke-68 Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono, Minggu (26/3/2017).
Di acara itu Ahok menyampaikan sejumlah program yang sedang dan akan berjalan di bawah kepemimpinannya. Di antaranya tentang program Kartu Jakarta Pintar yang diklaimnya merupakan hasil pikiran Ahok bersama Joko Widodo ketika menjadi Gubernur.
"Saya juga mau sampaikan, ini bukan kampanye ya," kata Ahok.
Dia menginginkan program ini akan ditingkatkan. Bila, KJP saat ini digunakan untuk siswa sampai tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Ahok mengatakan akan menerapkan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) untuk tingkat mahasiswa.
"Sekarang kami mulai lanjut lagi nih sampai kuliah, ada Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul. Ini akan dicontek lagi di nasional nanti. Jadi Jakarta ditugaskan untuk uji coba. Kita jalankan bertahap," ujarnya.
Untuk masalah kesehatan, Ahok juga menerangkan, di jamannya semua yang masuk rumah sakit digratiskan asalkan, masuk di kelas 3.
"Jadi kalau ada pasangan calon yang lain yang sakit khusus untuk ini, untuk yang ibadah, untuk yang salat, kita mah nggak usah sebut begitu. Siapa pun sakit asal mau kelas 3 mah kagak bayar di Jakarta," kata dia.
Ke depan, untuk masalah kesehatan ini, Ahok ingin membuat program satu dokter, satu bidan dan satu perawat untuk mengurusi 5.000 warga Jakarta.
"Saya nggak tahu ibu-ibu udah ngalamin belum, ada orang ketok-ketok pintu dari Puskesmas, dokter, bidan, perawat, ngecek kesehatan orangtua yang sakit. Ada ya? Nah, ke depan akan kaya gitu," tuturnya.
Untuk masalah transportasi, nantinya seluruh orang di Jakarta yang gajinya di bawah Upah Miminum Provinsi bisa gratis naik bus Transjakarta tentunya dengan mendaftarkan diri ke Bank DKI.
"Sekarang yang lansia semua gratis. Kita bahkan sekarang mulai kerja sama dengan angkot-angkot supaya dari kampung, dari rumah, itu udah bayarnya sama. Jadi nanti Bapak Ibu bisa nikmatin biasanya semua, dari kampung nggak bayar," kata dia.
Ahok juga akan memasang kulkas raksasa yang digunakan untuk menaruh sayur-sayuran. Sehingga, sayuran bisa awet disimpan selama berbulan-bulan. Dengan demikian, harga sayur mayur bisa stabil.
Baca Juga: Di Kalijodo, Ahok Ingin Anak Jakarta Jadi Juara Dunia Skateboard
"Kami juga sedang siapkan pasar grosir. Kami akan mulai kerja sama dengan ibu-ibu, bapak-bapak yang punya tempat di gang-gang, di rumah-rumah, buka toko JakMart namanya," kata Ahok.
JakMart ini, kata Ahok, adalah perpanjangan grosirnya PD Pasar Jaya. JakMart ini yang nantinya menjual harga-harga sesuai dengan yang ditetapkan PD Pasar Jaya. Ahok juga bercerita tentang solusi untuk permasalahan pemukiman yang ada di Jakarta. Ahok kemudian menyinggung program rumah deret Jokowi yang sempat digadang-gadang. Menurut Ahok, program rumah deret ini bermasalah karena lelangnya sulit.
Terakhir, Ahok juga menawarkan kerja sama pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan warga Jakarta yang ingin berbisnis. Ahok mengatakan, pebisnis pemula bisa bekerja sama dengan Pemprov dengan sistem bagi hasil.
"Kami juga menawarkan bisnis dengan kami pemerintah. Mau pelihara lele, tanam sayur, bagi hasil 80:20. Yang kerja 80, pemerintah 20. Ini adalah program 80:20," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF