Suara.com - Pengamat politik Arbi Sanit yakin Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan keluar sebagai pemenang pilkada Jakarta periode 2017-2022. Menurut dia mayoritas warga masih menaruh harapan besar kepada pasangan Djarot Saiful Hidayat untuk membenahi Ibu Kota serta memenuhi kebutuhan dasar warga.
"Saya masih tetap melihat Ahok (akan menang). Karena bagaimanapun, ada orang Islam berpikir, nanti siapa lagi yang bisa memenuhi harapan dia, setelah pilkada? Nggak mungkin Anies (Anies Baswedan)," katanya di D Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (29/3/2017).
Arbi Sanit menilai kemampuan Ahok dan rival, Anies, sangat berbeda.
Arbi Sanit kemudian menyinggung Anies ketika menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Menurut Arbi Sanit, Anies tidak berhasil.
Berbeda dengan Ahok yang kinerjanya sangat terukur dan terbukti banyak warga yang merasakan perubahan di Jakarta.
"Dia (Anies) diberhentikan, karena tidak berhasil. Tapi Ahok berhasil. Banyak sekali perubahan, antikorupsi, ekonomi berputar. Tapi Anies mereka (warga DKI) tak bisa berharap. Itu (Anies-Ahok) dua tokoh yang tak sepadan. Ahok punya kapasitasnya, ketimbang Anies," kata Arbi Sanit.
Lebih jauh, Arbi Sanit mengkritik cara-cara tak terpuji menjelang pilkada. Dia menyinggung penggunaan isu SARA yang semakin menguat menjelang putaran kedua pilkada.
"Orang Jakarta ini, tak bisa makan agama, tapi makan ekonomi. Ekonomi bisa diperbaiki oleh Ahok, Anies tidak. Ahok bisa memobilisasi konglomerat, dan proses itu melibatkan buruh, supplier kan terlibat. Dan dia berantas korupsi, proyek fiktif tak ada lagi. Karen semua dimainkan di komputer, semua orang bisa lihat. Dia bisa kontrol kaum bisnis, dia bisa kontrol birokrasi," katanya.
Arbi Sanit meragukan kemampuan Anies bisa membawa perubahan sedemikian nyata seperti Ahok.
"Saya ragu Anies bisa begitu. Terbukti departemen Pendidikan dan Kebudayaan korupsi berjalan, guru berantakan gajinya. Kalau Ahok itu, dia bersihlah, dia jujur, karena itu berani. Karena di Jakarta banyak penipu," kata Arbi Sanit.
Tag
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?
-
Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan
-
Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!
-
Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik
-
Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Sajikan Kelapa Utuh dalam Menu MBG, BGN Hentikan 9 SPPG di Gresik
-
Lebaran Makin Dekat, Daging Sapi 'Ngadat' di Harga Normal: DPR Desak Pasar Murah Secara Masif
-
Kebakaran Hanguskan Tiga Rumah di Mampang Prapatan, 14 Jiwa Terpaksa Mengungsi
-
Diplomasi Kilat Megawati: Jadi yang Pertama Ucapkan Selamat ke Pemimpin Baru Iran
-
Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI
-
Gelar Razia, Polisi Amankan Konvoi Remaja Pembawa Petasan di Jakarta Barat
-
5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
-
Aksi Bangunkan Sahur Pakai Petasan Picu Tawuran di Menteng, Satu Warga Luka-luka
-
Fakta Rudal Sejjil, Senjata Rahasia Iran yang Pertama Kali Diluncurkan ke Israel
-
Iran Pertama Kali Tembakkan Rudal Sejjil, Pusat Komando Udara Israel Jadi Target Utama