Suara.com - Jos Verstappen, ayah pebalap muda tim Formula 1 Red Bull, Max Verstappen, harus berurusan dengan kepolisian Belanda. Hal ini menyusul perkelahian yang melibatkannya di sebuah klab malam di Roermond, selatan Belanda dekat perbatasan dengan Belgia dan Jerman, Minggu (2/4/2017).
Kepolisian Belanda membenarkan penangkapan mantan pebalap F1 itu. Mereka menjelaskan, penangkapan dilakukan lantaran Verstappen senior enggan meninggalkan area keributan. Jos Verstappen pun baru bisa menghirup udara bebas pada sore harinya.
Surat kabar Belanda, Algemeen Dagbald, melaporkan bahwa Jos Verstappen merupakan korban dari penyerangan yang terjadi di Beach Club South Course.
Akibat hal itu, Jos dilaporkan menderita luka-luka, termasuk mata yang mengalami lebam dan sejumlah cedera lainnya.
Sementara, pengacara Jos Verstappen, Marcel Heuvelmans, menyesalkan tindakan kepolisian Belanda yang sempat menahan kliennya.
Heuvelmans menjelaskan, kliennya sejatinya bukan bermaksud tidak ingin meninggalkan lokasi keributan. Tapi, sedang menunggu jemputan.
"Dia (Jos) sedang menunggu jemputan. Jika Anda sebagai korban, mengapa pula harus meninggalkan lokasi," kata Heuvelmans, seperti dikutip dari Mirror, Selasa (4/4/2017).
Lebih jauh, Heuvelmans memastikan pihaknya akan melakukan penuntutan terhadap pelaku yang telah melukai kliennya.
Jos Verstappen tercatat 106 kali mengikuti lomba balapan F1. Dia tercatat beberapa kali membela tim F1, diantaranya Minardi dan Benetton.
Baca Juga: Aklamasi, Oesman Sapta Terpilih Sebagai Ketua DPD RI
Sepanjang kariernya di F1, lelaki yang kini berusia 45 tahun ini belum pernah memenangi balapan. Prestasi terbaiknya hanyalah dua kali naik podium, yang saat finis di posisi ketiga pada balapan di GP Hungaria dan Belgia tahun 1994.
Sementara itu, sang anak, Max Verstappen tercatat sejauh ini telah mengikuti 41 perlombaan di F1. Prestasi terbaiknya adalah saat menjuarai GP Spanyol tahun 2016 lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter