Suara.com - Lenin kembali mengejutkan dunia, setelah secara tak terduga mampu merebut kekuasaan dari kelompok-kelompok politik kuat. Namun, kali ini, bukanlah Vladimir Illich Lenin, pemimpin Revolusi Rusia yang sukses meruntuhkan Tsar dan mentransformasikan Rusia dalam Uni Soviet yang modern.
Lenin yang mengguncang dunia abad ke-21 ini adalah Lenin Moreno, Calon Presiden Ekuador dari kalangan Sosialis. Meski rekapitulasi perolehan suara pemilihan umum belum selesai, Lenin sejak Minggu (2/4), unggul dan yakin tak lagi terkejar.
Kemenangan Lenin ini, seperti dilansir AFP, Selasa (4/3), mencuri perhatian dunia karena sebelumnya dinilai tak punya kesempatan menang. Apalagi lawannya adalah politikus ternama dari partai konservatif sekaligus miliarder: Guillermo Lasso.
Walau survei sebelum pemilu terus menempatkan Lenin sebagai pecundang, ia tetap diajukan Partai PAIZ (Patria Altiva i Soberana) beraliran “Sosialisme Abad 21” yang diinisiasi presiden terdahulu Rafael Correa, sebagai capres.
Lenin, sementara ini menjadi Wakil Presiden Ekuador mendampingi Rafael Correa yang juga memunyai pandangan politik sama.
Meski menjadi wapres dan bisa dikatakan calon petahana, Lenin tetap tidak diunggulkan oleh banyak lembaga survei politik karena kondisi tubuhnya yang cacat.
Kedua kaki Lenin tak bisa difungsikan akibat ditembak perampok dua dasawarsa lalu. Karenanya pula, kemenangan dirinya dalam pemilu ini juga dinilai turut mengubah sejarah politik dunia: Lenin menjadi pemimpin negara yang juga berstatus penyandang disabilitas.
“Aku akan tetap meneruskan kebijakan-kebijakan sosialis Correa. Ingat, kita tidak sendiri di Amerika. Ekuador akan turut menyokong dunia yang adil,” tegasnya kepada pendukung, setelah dinyatakan unggul dalam pemilu.
Kekinian, negara-negara Amerika Latin yang berhaluan Kiri dan Sosialis seperti Venezuela, Nikaragua, Chile, dan Kuba, sudah mengirimkan pesan selamat kepada Lenin.
Baca Juga: Ahok Protes Tulisan "Ahok Hina Al Quran" di Bukti Video Jaksa
Sementara kubu rival, Guillermo Lasso, tidak mau menerima hasil akhir pemilu. Mereka beralasan, terdapat banyak kecurangan yang dilakukan kubu Lenin saat hari pencoblosan.
“Saya tak bisa menerima hasil pemilu ini, karena tidak merefleksikan kehendak rakyat. Ini adalah kecurangan, bahkan kecurangan yang teramat kasar,” tutur Lasso, yang merupakan mantan bankir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
-
AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
-
Rupiah Tersengat Sentimen Demo, Ditutup Anjlok ke Level Rp17.744
-
Ojol Bawa Bendera One Piece ke DPR Dicegat Polisi: Ini Simbol Lawan Koruptor
Terkini
-
DPR Tak Perlu Tunggu Desember untuk Sahkan RUU Perampasan Aset
-
Siapa Ahmad Ramzy, Pengacara yang Bikin Ruben Onsu Jadi Tersangka
-
Apa Perbedaan Konduktor dan Isolator Panas Beserta Contoh Bendanya?
-
Jalur Rel Terkepung Massa Aksi DPR, Perjalanan KRL Tanah Abang Terhenti
-
Lebih dari Konflik Istana, The King's Warden Soroti Mirisnya Pendidikan Era Joseon
-
Bukan Cuma Bikin Kaki Kesemutan, Ini Risiko Terlalu Lama Duduk di Toilet
-
Massa Demo di Senayan Makin Ramai, Raker DPR Bersama Menkes Diakhiri Lebih Awal
-
Festival DEB Pertamina 2026 Perkuat Kolaborasi, Dorong Energi Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Desa
-
Sudah Bukan Waktunya Berharap ke DPR! Parlemen Kini Hanya Tameng Prabowo
-
Menkes Ungkap Kendala Tangani Korban Gempa NTT, Warga Masih Pilih Pengobatan Tradisional