News / Metropolitan
Selasa, 04 April 2017 | 18:48 WIB
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno menyambangi KPK, di Jakarta, Selasa (21/3/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Calon gubernur Jakarta nomor tiga Anies Baswedan mengatakan timnya tidak akan memberikan pelatihan kepada relawan yang akan dikerahkan menjadi saksi di tempat-tempat pemungutan suara pada putaran kedua pilkada Jakarta, 19 April 2017. Pasalnya, mereka sudah mendapatkan pelatihan jelang putaran pertama pilkada.

"Sekarang tinggal mengaktifkan ulang dan jalankan. Nanti ketika menjelang pelaksanaan akan kami kabari lagi ya," kata Anies di Jalan Karya, Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (4/4/2017).

Anies mengatakan persiapan tim untuk mengikuti putaran kedua jauh lebih ketat dibanding pada putaran pertama. Bahkan, kata dia, jumlah saksi di setiap tempat pemungutan suara ditambah.

"Pasti kita akan ada di setiap TPS dari lima sampai sepuluh orang yang akan mengawal," kata Anies.

Sementara itu, tim sukses pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat pada Minggu (2/4/2017) memberikan pembekalan kepada 30 ribu lebih relawan sebelum menjadi saksi di TPS.

Pada waktu itu, Ahok menjelaskan persoalan-persoalan yang sekarang muncul dan Ahok meminta mereka untuk membantu mengklarifikasi.

Selain itu, Ahok juga mengatakan gagasan untuk menjadikan 30 ribu saksi tersebut menjadi agen di masyarakat untuk membantu pemerintah menjalankan program.

"Anda selesai pilkada sudah itu putus, nggak ada silaturahim, ngapain jadi saksi? Cuma dapat uang begitu-begitu saja kok, ya kan? Kami tidak mau itu.‎ Kami ingin bapak-ibu jadi agen-agen kami, supaya silaturahim tetap sama," kata Ahok di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.

Load More