Suara.com - Andreas Tjahyadi, pengusaha yang juga kolega bisnis Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Sandiaga Uno, diminta berani menghadapi proses hukum terkait kasus yang membelitnya, yakni penggelapan hasil penjualan lahan tahun 2012.
Hal tersebut dituturkan Fransiska Kumalawati Susilo, kuasa pelapor, setelah Andreas dijemput paksa aparat Polda Metro Jaya setibanya dari bepergian dari luar negeri di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (13/4/2017).
Penjemputan paksa itu dilakukan karena Andreas dianggap tidak kooperatif dalam pemanggilan terkait kasus dugaan penggelapan hasil penjualan tanah di Jalan Curug Raya, Tangerang Selatan, Banten.
"Ya, harapan saya supaya mereka berani bertanggung jawab apa yang mereka sudah perbuat dan menyelesaikan masalah ini," kata Fransiska kepada Suara.com, Kamis (13/4/2017).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo menjelaskan, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap Andreas.
"Iya masih diperiksa," kata Argo
Namun, Argo belum bisa menjelaskan secara terperinci mengenai materi pemeriksaan tersebut.
Andreas ke luar negeri setelah penyidik mengirimkan surat panggilan pertama pada Selasa (4/4). Berdasarkan data pihak Imigrasi, Andreas pergi ke luar negeri, Senin (3/4). Sebelum terbang ke Amerika Serikat, Andres sempat singgah di Jepang.
Selain melaporkan kasus dugaan penggelapan, Fransiska kembali melaporkan Sandiaga dan Andreas dalam kasus dugaan pemalsuan kuitansi. Kasus kedua masih berhubungan dengan kasus yang pertama tentang penggelapan penjualan tanah.
Baca Juga: Djarot Sadar Tak Semua Warga Jakarta Puas dengan Kerjanya
Berita Terkait
-
Perjelas Pelaku Teror, Polda Telaah CCTV Rumah Novel di Puslabfor
-
Beredar 'Chat Mesum', Tim Sandiaga Uno: Itu Serangan Politik
-
Viral! Video Obrolan Mesum Diduga Sandiaga Uno dan Artis MZ
-
Kapolda Metro: Ada Aktor Intelektual di Balik Teror Novel
-
Dijemput Paksa, Rekan Bisnis Sandiaga Uno Digelandang ke Mapolda
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba