Suara.com - Segerombolan orang diduga relawan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) sempat mengepung kediaman pribadi Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama DKI Jakarta, Ibu Hisbiyah, J Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat, Senin (17/4/2017) malam.
Pengepungan tersebut terjadi saat sang empu rumah menggelar acara doa bersama agar putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, Rabu (19/4) besok, berlangsung lancar dan aman.
Ita Rachmawati, putri Hisbiyah, mengatakan gerombolan massa menuding acara doa itu merupakan kedok aksi membagi-bagikan paket sembako dan mengarahkan warga untuk mencoblos salah satu pasangan kandidat peserta pilkada.
“Relawan ACTA mengatakan ada pengaduan warga bahwa saya membagi-bagikan sembako. Saya bertanya mana bukti dan saksinya. Kantong plastik itu berisi 2 nasi boks. Apakah itu sembako?” tutur Ita, Selasa (18/4).
Ia mengatakan, massa ACTA juga membawa serta seorang ibu yang dianggap melaporkan dugaan aksi “politik sembako” tersebut.
Namun, sambung Ita, ibu yang dibawa itu justru mengatakan tidak mengetahui apa pun dan baru kenal dengan para relawan ACTA.
Bahkan, terusnya, sejumlah ibu-ibu warga setempat yang ingin mengikuti acara doa bersama itu mendapat intimidasi dari segerombolan orang berseragam kaos hitam.
“Teman saya bernama ibu Musliha baru pulang dari pengajian di masjid, Jalan Talang dan mampir ke rumah ibu Hisbiyah. Di menceritakan, angkot yang ditumpanginya beserta 6 ibu lain diintimidasi. Ibu-ibu dimaki, mereka menggebrak angkot bahkan mengancam akan membakarnya,” terang Ita.
Agar tidak rusuh, Ita mengakui segera mengajak relawan ACTA ke Polres Jakarta Pusat. Tapi, setelah satu jam ditunggu Ita di polres, perwakilan ACTA yang mengepung rumahnya tak juga datang.
Baca Juga: Kapolri Percaya Diri Bisa Tangani Potensi Masalah Pilkada DKI
“Saat di polres, kami kebetulan bertemu pak Edi Prasetio (Ketua DPRD DKI). Dia dan teman-teman Banser NU mengawal kami pulang. Namun, di perjalanan diprovokasi sehingga terjadi keributan,” terangnya.
Ia menuturkan, Banser NU merasa terpanggil mengamankan rumah orangtuanya karena status sang ibu.
Ita menegaskan, Muslimat NU maupun keluarga besar Ibu Hisbiyah menginginkan segala persoalan tersebut diselesaikan dalam koridor hukum.
“Kami tahu ini menjelang pilkada. Jadi, kami ingin menjaga suasana ibu kota tetap aman dan baik. Tapi, tidak boleh ada intimidasi. Kami juga tidak takut, dan semua persoalan harus diselesaikan secara hukum,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai