Suara.com - Masyarakat Jakarta terus berdatangan ke pendopo Balai Kota DKI Jakarta untuk bertemu gubernur Basuki Tjahaja Purnama, Ahok, dan wakil gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Kamis (27/4/2017).
Berdasarkan pengamatan Suara.com, masyarkaat yang mayoritas pendukung Ahok-Djarot di pilkada Jakarta 2017 itu tertib mengantre untuk bersalaman dan foto bersama orang nomor satu di Ibu Kota.
Biro Umum DKI Jakarta Bambang Iriawan mengatakan, sejak menjadi gubernur Jakarta Ahok selalu menemui warga. Termasuk menerima aduan warga setiap pagi hari. Namun, sejak kemarin antusias meningkat dan warga membanjiri area Balai Kota.
"Ini dari kemarin begini (ramai). Sampai membeludak. Pak Ahok memang selalu melayani masyarakat saat jadi gubernur. Melayani satu persatu," ujar Bambang saat berbincang dengan Suara.com di Balai Kota DKI Jakarta.
"Ada intruksi dari Pak Ahok. Karena kan nggak sempat melayani satu-satu warga. Makanya nanti akan dibuka untuk warga bersalaman dan foto-foto saja," katanya.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Bambang mengatakan ada lebih dari 40 pengaman dalam (pamdal) pemprov DKI yang ditugaskan mengawal keramaian tersebut.
"Ada sekitar 40-50 orang pamdal. Kita kan dibantu kamera CCTV. Alhamdulillah selama ini nggak ada orang yang mencurigakan," katanya.
Berbeda dengan kemarin, hari ini warga yang hadir terlihat lebih teratur. Menunggu kedatangan Ahok, sebagian warga ada yang menyanyikan beberapa lagu. Diantaranya lagu Dari Sabang Sampai Merauke, Maju Tak Gentar dan Terima Kasihku.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang