Suara.com - Serikat-serikat pekerja dan kelompok-kelompok advokasi imigran siap memimpin pawai-pawai Hari Buruh Internasional (Mayday) di seantero Amerika Serikat pada Senin (1/5/2017) waktu setempat.
Para penyelenggara berharap jumlah peserta yang ikut unjuk rasa akan lebih banyak daripada biasanya untuk memprotes kebijakan-kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump. Unjuk rasa itu bisa jadi pawai paling banyak diikuti imigran sejak pelantikan Trump pada 20 Januari, kata para pegiat.
Selama unjuk rasa berlangsung, tempat-tempat usaha yang dikelola imigran akan tutup sepanjang hari atau setengah hari, untuk memprotes penumpasan pemerintahan itu atas para imigran yang tinggal di negara tersebut secara ilegal.
"Bagiku ini ofensif atas kebijakan-kebijakan yang sedang diberlakukan presiden ini," kata Jaime Contreras, wakil presiden kelompok yang berafiliasi dengan Serikat Internasional Pekerja Layanan, mewakili petugas kebersihan dan pekerja layanan properti lainnya di 11 negara bagian.
"Ini negara imigran dan memisahkan para keluarga imigran karena status imigrasi mereka, sudah bertolak belakang dengan apa yang kami cintai mengenai negara yang indah ini," tuturnya lagi.
Mayday biasanya berlangsung lebih senyap di AS daripada di Eropa. Di banyak negara, Hari Buruh Internasional itu merupakan hari libur.
Di kota New York, toko-toko dan layanan taksi yang dikelola imigran di upper Mahattan akan tutup selama jam sibuk pagi antara pukul 7.00 dan 10.00 waktu setempat sebagai protes yang disebut "Hari Tanpa Imigran." Pada jam makan siang, para pekerja rumah makanan siap saja akan bergabung dengan para pejabat yang terpilih.
Pada malam hari, para penyelenggara berharap, ribuan pengunjuk rasa akan berkumpul dalam sebuah pawai di Foley Square Manhattan untuk mengikut pertunjukan musik dan pidato-pidato oleh para pemimpin serikat pekerja dan imigran yang tinggal di negara itu secara gelap.
Di Los Angeles, para penyelenggara berharap, puluhan ribu orang akan berkumpul pada pagi hari di MacArthur Park sebelum berpawai ke Balai Kota.
Baca Juga: Negara Bagian Hawaii Tolak Kebijakan Imigrasi Donald Trump
Pihak berwajib meningkatkan kewaspadaannya karena dikhawatirkan ada di antara para pemerotes yang membawa senjata api setelah penembakan Januari lalu.
Sementara itu, sejumlah pendukung Trump mengatakan, mereka juga akan berunjuk rasa pada Mayday. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Mengapa Donald Trump Tidak Bisa Jadi Presiden 3 Periode Amerika Serikat?
-
Jelang HUT RI, Ikon Pahlawan Solo Ini Dipoles hingga Bersih
-
Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat